Selain itu, survei juga mencakup pertanyaan tertutup tentang sosok presiden yang diinginkan masyarakat pada Pemilu 2024.
91,8% responden menginginkan sosok presiden yang bekerja dan terbukti kerjanya memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat. Kemudian, 76,7 persen responden menginginkan sosok yang berpengalaman di birokrasi pemerintahan serta memiliki dukungan parpol yang kuat di parlemen.
“62,8 persen responden menginginkan kriteria pemimpin yang merakyat,” kata Permadi.
Menurutnya, hasil temuan itu menunjukan tren yang mulai bergeser dari sosok presiden merakyat kepada sosok presiden yang program program kerjanya bisa memberikan benefit dan peningkatan kesejahteraan pada masyarakat.
Dari responden yang disurvei ditemukan preferensi yang lebih kuat terhadap capres dengan latar belakang sipil, bukan militer. Sebanyak 53,2% responden mengaku tidak setuju atau sangat tidak setuju dengan pernyataan bahwa presiden sebaiknya memiliki latar belakang Militer/Polri.
“29,7 persen setuju presiden dari kalangan militer dan yang tidak menjawab sebanyak 17,1 persen,” ungkapnya.
