KORANJURI.COM – Sehari menjelang Hari Tumpek Wayang yang jatuh pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Pemprov Bali bersama Forkopimda menggelar aksi bersih sampah plastik di kawasan hutan mangrove Pesanggaran, Denpasar.
Gerebek sampah itu berhasil mengumpulkan 3,56 ton sampah dalam waktu 3 jam. Kegiatan dimulai pukul 07.00–10.00 WITA.
Aksi bersih lingkungan digelar serentak di kabupaten/kota se-Bali dengan fokus pembersihan sampah plastik di kawasan hutan mangrove.
Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Dwi Arbani mengatakan, aksi lingkungan yang dilakukan merupakan upaya bersama untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah mitigasi terhadap potensi banjir yang umumnya dipicu oleh penumpukan sampah di saluran air dan sungai,” kata Dwi Arbani, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurut Dwi, banyak tantangan yang dihadapi untuk mengurangi sampah plastik terutama soal perilaku dan mengubah kesadaran individu.
Gerakan yang dilakukan secara langsung lintas instansi dan masyarakat itu, diharapkan menjadi kampanye yang memberikan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan.
“Melalui kolaborasi pemerintah, aparat, dunia pendidikan, komunitas lingkungan, dan masyarakat, penanganan sampah diharapkan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan,” jelasnya.
Banyaknya sampah yang terkumpul, kata Dwi, menunjukkan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kebersihan kawasan pesisir dan ekosistem mangrove.
Sementara, Tumpek Wayang merupakan upacara suci di Bali setiap 210 hari yang jatuh setiap Sabtu Kliwon atau Saniscara Kliwon.
Tumpek Wayang diperingati sebagai penyucian sarana kesenian khususnya wayang kulit, gamelan, topeng, barong dan sarana kesenian lainnya. (Way)
