KORANJURI.COM – Bali menjadi juru kunci dalam forum Nusa Dua. Forum investasi itu tersebut diinisiasi oleh South China Morning Post (SCMP) bersama Danantara Indonesia, Jumat, 17 Juli 2026.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster, Publisher & Chief Executive SCMP Tammy Tam mengatakan, forum tersebut merupakan inisiatif investasi swasta, yang tahun ini mempertemukan sekitar 80 hingga perwakilan terpilih.
“Kehadiran Gubernur Wayan Koster sangat penting, mengingat Bali saat ini menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi hijau,” kata Tam di Jayasabha, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, selama kepemimpinan Wayan Koster, Bali juga menjadi tuan rumah berbagai forum internasional yang mempertemukan pemimpin dunia, investor, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas isu pembangunan global.
“Forum juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan arah pembangunan Bali kepada para investor global, sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelas Tam.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, investasi yang masuk ke Bali harus sejalan dengan prinsip pembangunan yang menjaga keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sesuai filosofi Sad Kerthi.
Menurut Koster, komitmen itu diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis seperti pembangunan infrastruktur terintegrasi, pengembangan energi bersih dan pengendalian alih fungsi lahan pertanian.
Termasuk, penguatan ekonomi kerakyatan, digitalisasi pelayanan publik, hingga program pengelolaan sampah berbasis sumber.
“Isu nomer satu yang jadi perhatian nasional dan internasional, persoalan sampah selesai 2028,” kata Koster.
Forum Nusa Dua membahas berbagai isu strategis tentang masa depan investasi dan transformasi ekonomi kawasan Asia. Salah satu sesi utama adalah sinergi antara modal negara dan kekayaan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Forum menjadi jembatan penghubung pusat modal utama Asia, khususnya Hong Kong dan kawasan Greater Bay Area (GBA), dengan pasar di Asia Tenggara yang dipimpin Indonesia. (*/Way)
