KORANJURI.COM – Detik-detik terakhir pengambilan formulir bakal calon Ketua Umum KONI Bali periode 2026–2030 berlangsung dramatis.
I Nyoman Giri Prasta memastikan diri ikut dalam kontestasi. Langkah last minute itu membuat bursa calon Ketua KONI Bali kian panas. Total tiga kandidat kini siap bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu olahraga prestasi Pulau Dewata.
Yang menarik, formulir pendaftaran Giri Prasta tidak diambil langsung olehnya. I Putu Bayu Airlangga datang ke Sekretariat KONI Bali dengan membawa surat kuasa resmi.
Pengambilan berkas dilakukan menjelang penutupan waktu pendaftaran. Pihak tim Giri Prasta menegaskan, keterlambatan tersebut bukan tanpa alasan.
“Pada dasarnya kami menunggu petunjuk pimpinan. Karena itu berkas agak terlambat. Begitu ada arahan, langsung kami hubungi sekretariat,” ujar perwakilan timnya.
Mereka memastikan langkah maju dalam kontestasi bukan sekadar ikut meramaikan bursa.
“Kami siap membawa olahraga Bali lebih berprestasi dan berdaya saing,” ujarnya.
Ketua Tim Penjaringan dan Penetapan (TPP) KONI Bali Maryoto Subekti membenarkan, hingga batas waktu yang ditentukan terdapat tiga bakal calon yang telah mengambil formulir.
Terkait pengambilan berkas yang mepet, ia menyebut masih dalam koridor kebijakan. Dikatakan, keterlambatan itu karena ada draf khusus untuk surat kuasa.
“Namun sebelum pukul 16.00 WITA, kami masih menunggu dan yang bersangkutan melengkapi persyaratan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua TPP Fredrik Billy. Panitia, kata dia, tetap berpegang pada ketentuan.
“Sepanjang informasi dan konfirmasi sudah masuk sebelum pukul 16.00 WITA, kami tunggu untuk dilengkapi,” ujarnya.
Sesuai regulasi, setiap bakal calon wajib mengantongi dukungan dan pengusung dari anggota KONI Bali yang terdaftar.
Dukungan itu menjadi pintu awal sebelum ditetapkan sebagai calon resmi dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) mendatang.
Sebelumnya, petahana I Gusti Ngurah Oka Darmawan telah lebih dulu mengambil formulir pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 10.30 WITA.
Ia datang dengan formasi lengkap didampingi jajaran pengurus. Kehadirannya menandai keseriusan mempertahankan kursi ketua umum.
Sehari sebelumnya, Senin (2/3/2026), Anak Agung Ngurah Maha Diptha juga telah mengambil formulir. Komisaris Jasa Marga Bali Tol itu maju dengan mengusung tagline ‘KONI Bali Era Baru’.
Agung Maha Diptha menegaskan visinya selaras konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ia mengibaratkan KONI sebagai bangunan besar.
Cabang olahraga adalah pemiliknya, sementara pengurus KONI bertindak sebagai fasilitator.
“Bukan administrator, apalagi birokrator,” ujar Agung.
Ia juga berkomitmen memperkuat dukungan anggaran untuk cabor serta membangun komunikasi efektif dengan pemerintah daerah.
Menurutnya, olahraga prestasi harus berjalan seiring visi pembangunan Bali.
“Kami ini perpanjangan tangan. Itu yang paling penting harus kita bangun ke depan,” pungkasnya.
Dengan tiga nama resmi mengambil formulir, aroma persaingan menuju kursi Ketua Umum KONI Bali periode 2026 2030 dipastikan kian sengit. (Yang Daulaka)
