Gelar Karya P5, Siswa SMK Batik Purworejo Sulap Batik Jadi Kostum Menarik

oleh
Salah satu produk hasil karya siswa yang ditampilkan dalam Gelar Karya P5 SMK Batik Purworejo, Kamis (24/08/2023) - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Batik Perbaik Purworejo mengadakan Gelar Karya P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) bertema Kearifan Lokal, Kamis (24/08/2023). Dalam gelar karya yang diikuti siswa kelas X dan XI ini, mengangkat tentang batik.

Ada 15 hasil karya siswa dalam Gelar Karya P5 ini, yang merupakan hasil kreativitas masing-masing kelompok atau kelas. Selama Gelar Karya dilaksanakan, ada penilaian yang dilakukan oleh guru/fasilitator.

Menurut Kepala SMK Batik Purworejo melalui Waka Kesiswaan Agus Sutrasno, S.Pd., produk yang ditampilkan siswa dalam Gelar Karya P5 ini berupa kostum Carnival Batik.

“Jadi selama satu minggu anak-anak membuat kostum Batik Carnival ini, sekaligus sebagai persiapan untuk menyemarakkan karnaval Agustusan tingkat Kabupaten Purworejo Sabtu (26/08/2023) besok untuk SMA/umum,” jelas Agus, di sela kegiatan.

Menurutnya, dari SMK Batik Purworejo sudah kelima kalinya ini membuat sebuah karya berupa kostum Batik Carnival untuk mengangkat citra sekolah. Dengan mengangkat batik, siswa diminta untuk mengenal motif-motif batik.

“Dari motif-motif batik ini, siswa memberikan sebuah karya dalam bentuk kostum. Dalam gelar karya ini, siswa juga mempresentasikan tema kostumnya apa, kenapa memilih tema itu, apa makna yang terkandung didalamnya,” ungkap Agus.

Disampaikan pula, selama Gelar Karya P5 berlangsung, dari proses awal hingga menampilkan produk masing-masing berupa kostum Batik Carnival, dilakukan penilaian.

Pencapaiannya ditekankan pada pembentukan karakter siswa, sesuai dengan nilai-nilai luhur dalam Pancasila yang meliputi 6 dimensi, yakni, Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak mulia, Berkebhinekaan Global, Bergotong-royong, Mandiri, Bernalar Kritis, dan Kreatif.

Kata Agus, dari tim P5 sudah melakukan pemetaan dengan memberikan artikel-artikel melalui kelas maya. Jadi literasi ini diposting melalui kelas-kelas maya, siswa menjawab pertanyaan yang disampaikan. Dan fasilitator memberikan feedback pada siswa. Harapannya hal itu bisa memantik anak dalam literasi mereka, dalam pemahaman tapi secara terukur.

“Bentuk kostumnya bermacam-macam. Ada yang berbentuk kupu-kupu, merak, wayang, keris, manggis dan lainnya. Jadi mereka memvisualisasikan apa yang menjadi pemikiran atau ide dalam kelompok itu dalam bentuk kostum yang bisa dilihat/dinikmati banyak orang,” kata Agus.

Menurutnya, sebelum mengikuti karnaval Agustusan pada Sabtu (26/08/2023), akan diawali dengan kegiatan fashion show Batik Carnival sebagai puncak dari Gelar Karya P5 ini. Dalam fashion show ini ada penilaian dengan mendatangkan juri dari berbagai lini, seperti dari Dinas, pekerja seni maupun pemerhati untuk memberikan sebuah penilaian dan menjadi feedback bagi sekolah.

“Harapannya dengan gejar karya ini, anak-anak kompak, kreatif, memiliki jiwa seni, rasa memiliki dan memahami tema yang diambil,” pungkas Agus. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS