KORANJURI.COM – Dalam rangka kegiatan P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema ‘Kearifan Lokal’, SMPN 12 Purworejo memperkenalkan batik kepada siswa kelas 7 fase D Kurikulum Merdeka.
Bekerjasama dengan Paguyuban Batik Lendah Kulonprogo, topik dari kegiatan P5 kali ini membatik motif Purworejo. Dalam proyek ketiga P5 yang dikoordinatori Mintarti, S.Pd, yang ingin dicapai para fasilitator adalah perwujudan karakter gotong royong, mandiri dan kreatif.
“Guna menghindari kekeliruan dalam pelaksanaan P5 ini dibuatlah ‘alur kegiatan’ yang meliputi tahap perkenalan, kontekstual, tahap aksi dan tahap refleksi,” jelas Mintarti, koordinator P5, Selasa (21/03/2023).
Ditahap perkenalan, ungkap Mintarti, tim fasilitator bekerjasama dengan Paguyuban Batik Lendah Kulonprogo mensosialisasikan materi P5, diantaranya tentang pengertian batik, tujuan dan manfaat kegiatan, yang dilanjutkan dengan memperkenalkan tema proyek elemen dan sub eleman.
Pada tahap kontekstual, menurut Mintarti, siswa menggali informasi terkait batik dari media cetak dan online serta wawancara, mencermati kegiatan membatik motif Purworejo, dilanjutkan dengan membentuk kelompok-kelompok membatik di masing-masing kelas.
“Ditahap aksi, siswa secara terjadwal dan terencana melaksanakan kegiatan membatik secara berkelompok,” kata Mintarti, yang didampingi Nano Kusno Hardi, S.T., salah satu fasilitator proyek P5.
Dalam tahap aksi, menurut Mintarti, siswa dibimbing untuk membuat pola sendiri sesuai kreatifitas masing-masing, selanjutnya pola tersebut dicetak di kain untuk dibatik.
Nano Kusno Hardi menyebut, sebelum P5 dilaksanakan, sekolah berjuang keras menyediakan alat-alat membatik untuk para siswa meliputi canting, kompor, wajan, malam, gawangan, pewarna, kain dan sebagainya.
“Alhamdulillah, berkat kerjasama dengan penyedia barang, semua dapat tersedia dengan lengkap,” kata Nano Kusno Hardi.
Atas terselenggaranya kegiatan P5 dengan memperkenalkan batik kepada siswa ini, Kepala SMPN 12 Purworejo Himawan Susrijadi, S.Pd.,M.Pd., menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut merupakan proyek ke-3 atau terakhir di tahun pertama fase D.
Diharapkan, kata Himawan, sehabis kegiatan ini siswa lebih memahami P5. Selain itu, tentunya siswa lebih mencintai batik karena batik merupakan cultural heritage of humanity.
“Kita semua tahu, sejak tanggal 2 Oktober 2009 UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi, oleh karena itu wajib bagi kita untuk memperkenalkan batik kepada generasi muda sekarang ini,” ujar Himawan.
Yunanda Satria Diputra dan Danang Setiawan, dari Paguyuban Batik Lendah Kulonprogo menyebut, dalam kegiatan P5 tersebut, pihaknya memperkenalkan batik, motif-motif serta prosesnya, yang dilanjutkan dengan praktek dari awal sampai akhir, yakni dari sketsa, pencantingan dan pewarnaan, dan lainnya hingga menjadi sebuah motif batik.
“Tujuan pembelajaran batik ini lebih ke memperkenalkan dan melestarikan budaya batik untuk regenerasi,” jelas Satria.
Menurutnya, siswa-siswi SMPN 12 Purworejo termasuk baik karena bisa mengikuti dari awal hingga akhir, yang diakhiri dengan praktek. Dan hasilnya sudah ada yang bagus dan membentuk sebuah motif.
“Semua sudah bisa mengikuti, jadi tinggal pendalaman lagi,” ujar Satria.
Danang menambahkan, dengan adanya pelatihan batik yang dikemas dalam Projek P5 ini, memang bertujuan untuk melestarikan budaya dan juga untuk mengembangkan jiwa seni dan karakter siswa agar bangkit jiwa wirausahanya.
“Siapa tahu nantinya ada siswa jadi pengusaha batik, karena kedepan potensi batik masih besar,” pungkas Danang, yang menyebut bahwa batik motif Purworejo sangatlah unik karena dari semua unsur bisa masuk. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
