Tujuan utama dari bincang budaya Borobudur ini, menurut Sucoro, lebih menelisik terlebih dahulu. Untuk diketahui terlebih dahulu nilai spiritualnya seperti apa yang harus dikembangkan. Disinkronkan antara warisan budaya yang ada di Purworejo dengan yang ada di Borobudur.
“Setelah ada hasilnya itu kita sumbangkan kepada pemerintah. Salah satu yang sudah kita lakukan dengan menghibahkan buku sebanyak 1.056 yang mengupas tentang sejarah Borobudur serta pengembangan nilai spiritualitasnya,” terang Sucoro.
Dikatakan, setelah mengikuti kegiatan ini, para mahasiswa akan menulis juga melalui kompetisi opini. Mereka dapat menyumbangkan pemikirannya melalui kompetisi tersebut.
Kaprodi PBSI UMPurworejo, Dr Umi Faizah, M.Pd., menyebutkan, kegiatan bincang budaya tersebut merupakan luaran dari mata kuliah kepewaraan dan kepenyiaran.
Sebagai penyelenggara adalah mahasiswa PBSI semester 6 karena ada mata kuliahnya. Selain mahasiswa semester 6 berjumlah 55, ada mahasiswa semester 4 berjumlah 66 yang mengikuti kegiatan secara daring, serta 40 an mahasiswa semester 2 yang mengikuti kegiatan secara luring dan daring.
