KORANJURI.COM – Pelaku Pariwisata dan General Manager (GM) Hotel bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster, Selasa (31/5/2022). Dalam pertemuan itu terungkap dukungan untuk pasangan Koster-Ace berlanjut untuk periode berikutnya.
Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB) Wayan Puspa Negara mengatakan, Gubernur telah memancangkan tonggak dalam memperjuangkan pergerakan membangun pariwisata Bali berkelanjutan yang bersumber pada budaya Bali.
“Kami dari pelaku usaha marginal sangat mengapresiasi. Karena Bapak Gubernur Wayan Koster adalah pimpinan di daerah yang telah membuat regulasi amat penting,” kata Wayan Puspa Negara.
Regulasi yang dimaksud diantaranya, Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaran Kepariwisataan Budaya Bali. Beleid itu, kata Puspa Negara, kini telah menjadi roh kepariwisataan di Bali.
Selain itu, perjuangan Gubernur Wayan Koster menjadikan Bali sebagai wilayah yang berstatus pandemi menjadi endemi, kini sudah mulai terlihat. Kondisi itu akan mempercepat pergerakan pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.
Puspa Negara juga menyebut kepemimpinan Koster-Ace juga dengan cekatan menjawab persoalan yang dihadapi pelaku pariwisata Bali. Ia menyebut, re-opening border pada 4 Februari 2022 mendorong maskapai Garuda Indonesia membuka direct flight rute Narita-Denpasar.
Re-opening border itu juga membawa perubahan signifikan dalam hal kunjungan wisatawan asing ke Bali. Data APPMB menyebutkan, hingga akhir Maret 2022, jumlah kunjungan wisatawan melalui bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencapai 14.622 orang. Termasuk, wisatawan yang turun di Bali melalui Pelabuhan Benoa.
“Ini merupakan pertumbuhan yang Kita rasakan di bawah dan sampai saat ini Kami menikmati perkembangan pariwisata menuju kebangkitan pariwisata Bali,” kata Puspa Negara.
Ia juga menyebut, kinerja pasangan Koster-Ace hingga menjelang berakhir masa jabatan tahun 2023,telah mewarisi 9 program infrastruktur fundamental.
Sedangkan GM Raffles Bali Katya Herting mengapresiasi Pergub Bali Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali.
“Kami dari Raffles Bali juga berkomitmen untuk menggunakan produk-produk lokal Bali sesuai pelaksanaan peraturan,” kata Katya Herting.
Selain itu, Herting juga mengapresiasi pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali. Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi Dan/Atau Destilasi Khas Bali, dan SE Gubernur Bali Nomor 17 Tahun 2021 tentang pemanfaatan produk garam tradisional lokal Bali.
“Saya juga sangat senang atas dibukanya airport yang sudah berjalan. Harapan saya dan pemilik hotel lainnya bisa melakukan kegiatan kepariwisataan dengan adanya kebijakan yang baik ini,” jelas Herting.
Sementara, pemilik destinasi wisata buatan Toya Devasya Ketut Marjana mengaku, program pasangan Koster-Ace bukan hanya janji politik semata. Tapi telah menjadi realitas pembangunan Bali dengan kecepatan dan ketepatan eksekusi.
“Tidak hanya pembangunan infrastruktur fisik, tapi juga menyentuh hal-hal yang bersifat budaya, mulai dari pakaian Bali, Aksara Bali, pembersihan sampah, pembangkitan tentang Desa Adat, ini luar biasa,” kata Ketut Marjana.
Menurutnya, kepemimpinan Koster-Ace harus tetap berlanjut pada periode kedua. Marjana mengatakan, jika terputus maka pembangunan Bali tidak akan berlanjut.
“Saya selaku warga Bangli menghimbau semuanya, kiranya Koster-Ace bisa lanjut memimpin pemerintahan di Provinsi Bali ini,” ujarnya disambut aplus. (Way)
