KORANJURI.COM – Dua orang yang dilaporkan hilang, Bima Permana Putra (29) dan Eko Purnomo (38) muncul di hadapan publik, Kamis (18/9/2025) malam.
Keduanya dilaporkan hilang kontak saat terjadi kericuhan dalam demonstrasi di Jakarta pada akhir Agustus.
Saat hadir dalam konferensi pers yang digelar Polda Metro Jaya, Bima duduk bersama kakaknya, Dian. Sedangkan, Eko didampingi ibunya, Sarwiti.
Bima mengenakan kaus hitam, sedangkan Eko mengenakan jaket hitam dan duduk di kursi depan bersama keluarganya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi mengatakan, keberadaan keduanya berhasil dilacak oleh tim khusus gabungan Posko Aduan Orang Hilang Polda Metro Jaya dan kepolisian daerah.
“Yang bersangkutan tidak hilang, melainkan sedang bekerja di luar kota. Tim telah melakukan pengecekan langsung dan memastikan kondisi mereka sehat,” ujar Ade Ary.
Eko Berada di Kalimantan Tengah
Eko disebut hilang usai demonstrasi di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, pada akhir Agustus 2025.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan ia sedang bekerja sebagai penangkap ikan di Dusun Kampung Desa, Desa Kuala Jelai, Kecamatan Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.
Eko sempat mengabari orang tuanya lewat WhatsApp kalau dirinya pergi ke Kalimantan untuk bekerja.
Informasi tersebut ditelusuri penyidik hingga keberadaannya dipastikan melalui koordinasi dengan Polsek Kuala Jelai, Polres Sukamara, dan Polda Kalimantan Tengah.
“Yang bersangkutan dalam keadaan sehat, dan informasi soal dirinya hilang tidak terbukti,” kata Ade Ary.
Bima Ditemukan di Malang
Sedangkan, Bima dilaporkan hilang oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) usai demo di Jakarta pada akhir Agustus 2025.
Hasil penyelidikan menunjukkan, Bima tidak dihilangkan paksa maupun dalam pemeriksaan proses hukum.
Selama peristiwa demo ricuh terjadi, 28-30 Agustus 2025, Bima bekerja sebagai staf maintenance alat pendingin di gudang penyimpanan ikan milik PT RAS, Penjaringan, Jakarta Utara.
Kemudian, pada 1 September 2025, ia meninggalkan Jakarta menuju Tegal, Jawa Tengah, menggunakan sepeda motor Honda Aerox.
Tiba di Tegal, ia menjual motor tersebut seharga Rp 5 juta secara tunai, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta ke Malang, Jawa Timur.
Di Malang, Bima menginap di hotel dan mulai berjualan mainan barongsai kecil yang dibelinya melalui TikTok Shop. Ia berjualan di depan Kelenteng Eng An Kiong.
Aktifitas itu dijalani sejak 5-16 September 2025, dan beristirahat di sekitar pom bensin Mergosono.
“Pada 17 September 2025, yang bersangkutan ditemukan anggota Subdit Resmob Polda Metro Jaya di lokasi tersebut dalam kondisi sehat,” kata Ade Ary.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial mengenai empat orang yang disebut hilang usai aksi di sekitar Mako Brimob Kwitang pada 26 Agustus hingga awal September 2025.
Mereka adalah Eko Purnomo, Bima Permana Putra, Reno Syachputra Dewo, dan Muhammad Farhan Hamid.
“Saat ini dua orang sudah kembali ke keluarga masing-masing,” kata Ade Ary. (Thalib)
