Digitalisasi Menjadi Cara Terkini Mengabadikan Serat Lontar

oleh
Lontar serat kuno yang sudah diduplikasi dengan teknologi digitalisasi - foto: Koranjuri.com

Serat lontar moderen yang dihasilkannya disebut sanggup bertahan hingga 150 tahun. Namun tetap harus dibarengi dengan perawatan yang tepat, setidaknya tiap enam bulan sekali. Menurut Dewa, pemilik lontar kuno banyak yang salah kaprah memperlakukan barang yang masuk kategori langka itu.

Ia memberikan saran, membersihkan lontar tidak boleh menggunakan air kelapa. Karena kandungan airnya cukup banyak. Sehingga, air yang menempel akan memicu tumbuhnya jamur yang akan memperberat umur lontar untuk bertahan lebih lama.
Idealnya, cara perawatan yang benar menggunakan tiga kandungan, minyak sereh, ekstrak kemiri dan alkohol.

Dijelaskan, minyak sereh berfungsi untuk melenturkan kembali daun lontar yang sudah mengeras karena tersimpan selama puluhan tahun. Kemudian, alkohol berguna untuk mematikan benalu berupa serangga seperti rayap atau ngengat, yang menempel saat disimpan. Lalu, ekstrak kemiri berfungsi untuk mempertajam guratan aksara yang sudah memudar. Karena ekstrak kemiri sendiri berwarna hitam pekat.

Pelumuran dengan minyak kemiri. Ekstrak kemiri berfungsi untuk mempertajam guratan aksara yang sudah memudar – foto: Koranjuri.com

“Dibersihkan dengan alkohol dulu baru dioleh minyak sereh dan terakhir aksaranya dipertajam dengan ekstrak kemiri. Memang perawatannya butuh biaya mahal, tapi bagi para kolektor, ini sangat diperlukan,” ungkapnya demikian.

Untuk kebutuhannya, Dewa Made Darmawan memerlukan 3 kilogram buah kemiri yang diekstrak sampai menghasilkan paling banyak 1 liter minyak kemiri.

“Satu liter ekstrak kemiri harganya bisa Rp 150 ribu sedangkan minyak sereh Rp 800 ribu per botol, ditambah alkohol. Biaya perawatan sesuai kebutuhan saya memang besar. Tapi, kolektor tentunya bisa melakukan sesuai kebutuhan saja,” jelasnya demikian.

Cara menggosok atau mengoleskan minyak juga tidak boleh dilakukan secara acak tapi harus satu arah. Hal itu untuk menghindari serat terbuka dan rusak.

“Saya melakukan ini sifatnya untuk merangsang masyarakat untuk tahu lagi akan lontar yang sarat dengan nilai universal,” ujar Dewa.
 
 
way