KORANJURI.COM – Disebabkan karena dana operasional belum turun, sebanyak 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Purworejo terpaksa menghentikan sementara operasionalnya. Hal itu dikarenakan adanya kendala pencairan dana melalui virtual account.
Koordinator SPPI Purworejo, Wahyu Kurniawan, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, membenarkan adanya belasan SPPG yang belum dapat beroperasi normal.
“Namun sesuai petunjuk atasan, persoalan ini akan segera diselesaikan secepatnya,” ujar Wahyu, Selasa (20/01/2026).
Dijelaskan, selama dana belum cair, sejumlah SPPG terpaksa menghentikan sementara aktivitasnya karena keterbatasan pembiayaan, khususnya untuk pengadaan bahan baku.
“Solusinya ya ditalangi. Lebih tepatnya untuk tempo bahan baku,” kata Wahyu.
Sementara itu, Kepala KPPG Sleman yang membawahi wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan, Harsono Budi Waluyo, menyampaikan bahwa secara nasional program SPPG pada dasarnya berjalan lancar.
Dia menyebut, secara keseluruhan ada sekitar 19 ribu SPPG yang sudah berjalan. Diakui, ada beberapa yang terkendala dana virtual account.
“Bagi SPPG yang mengalami kendala pencairan dana, dimungkinkan untuk menjalankan operasional dengan ditalangi sementara dengan skema reimbursement (renbers),” jelas Harsono, saat ditemui pada peresmian SPPG Pelutan, Kecamatan Gebang, Purworejo, pada 10 Januari 2026 lalu.
Menurut Harsono, jumlah SPPG yang dananya belum cair tergolong sangat kecil dibandingkan total keseluruhan. Skalanya, nol koma sekian yang belum cair.
Di wilayah kerja yang berada di bawah koordinasinya, Harsono menyebutkan terdapat 1.448 SPPG yang telah beroperasi, dan hampir mencapai 90 persen sudah bersertifikat SHLS.
Salah satu titik yang terdampak signifikan adalah SPPG Kecamatan Bener. Melalui pengumuman resmi di media sosial, mereka menyatakan berhenti beroperasi mulai Senin, 19 Januari 2026.
Pihak pengelola mengungkapkan bahwa Dana Bantuan Pemerintah (Banper) belum cair sejak 8 Januari 2026. Meski berhenti sementara, mereka berkomitmen untuk melakukan evaluasi menu agar saat kembali beroperasi nanti, sajian bagi anak-anak menjadi lebih variatif. (Jon)
