KORANJURI.COM – Setelah masa tanggap darurat Covid-19 berakhir 12 Juni 2020, dan beralih ke masa new habit (aktivitas kebiasaan baru), Pemkab Purworejo mulai membuka fasilitas-fasilitas umum yang sempat ditutup.
Alun-alun Purworejo yang sebelumnya ditutup, yang ditandai dengan pemasangan crossline, kini mulai dibuka untuk umum.
Hal itu ditandai dengan pelepasan crossline, Jum’at pagi (12/06/2020) dan penyemprotan desinfektan oleh petugas Satpol PP Damkar dan Dinparbud Kabupaten Purworejo.
“Masyarakat sudah bisa menggunakan fasilitas yang ada di alun-alun mulai besok, Sabtu (13/06/2020), namun tetap dengan menerapkan protokol kesehatan dan new habit,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agung Wibowo, didampingi Kasatpol PP Damkar Budi Wibowo. S.Sos., M.Si.
Dijelaskan Agung, bahwa bangku yang ada alun-alun juga sudah diberi tanda untuk jaga jarak pengunjung. Sedangkan untuk play ground dan fasilitas olah raga, apabila pengunjungnya banyak, akan dipakai pembatasan waktu.
Menurut Agung, tempat-tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Purworejo, baik yang dikelola swasta, desa maupun kabupaten pun sudah bisa beroperasi dengan SOP tertentu.
“Pengelola harus menyediakan APD standar bagi penjaga, tempat cuci tangan bagi pengunjung dan mengatur cara bertransaksi. Jika pengelola melanggar SOP akan kami tutup,” tegasnya.
Namun demikian, ungkap Agung, masih ada dua obyek wisata yang belum akan dibuka, yaitu Gua Seplawan dan Kolam Renang Artatirta karena pertimbangan tertentu.
Paseban dan Amphitheatre yang terletak di alun-alun, kata Agung, juga belum diperkenankan untuk berkegiatan, tapi boleh untuk tempat istirahat dengan syarat tetap jaga jarak dan pakai masker.
“Museum Tosan Aji sudah kami persiapkan dibuka untuk umum. Bagi pengunjung akan diberi stiker suhu tubuh. Stiker hijau untuk yang suhu tubuhnya di bawah 37°C, stiker kuning 37°C-38° C dan stiker merah untuk yang suhu tubuhnya di atas 38° C,” pungkas Agung. (Jon)
