KORANJURI.COM – Andrew Dwi Permana, menjadi sosok inspiratif bagaimana usaha tidak mengkhianati hasil.
Jebolan Fakultas Teknik Elektro Universitas Udayana ini, sukses mengunduh beasiswa perguruan tinggi bergengsi di Eropa.
Tiga kali ia gagal meraih peluang beasiswa melalui informasi di Pameran Pendidikan Tinggi Uni Eropa (European Higher Education Fair – EHEF), yang diselenggarakan di Universitas Udayana pada tahun 2015.
“Nggak semuanya keberhasilan dalam satu shot. Ibarat kita melamar kerja, belum tentu sekali mengirim lalu mendapat panggilan. Daripada ngoyo, lebih baik fokus mempersiapkan diri,” kata Andrew, Rabu, 2 Oktober 2026.
Saat itu ia membidik studi magister di negara Swedia termasuk pilihan universitas, dan informasi beasiswa S2.
“Mimpi harus tetap dikejar. Jangan terlalu khawatir dengan pilihan studi walau ini memang harus dipikirkan serius yang sesuai minat,” ujarnya.
Dua kali gagal tak membuat semangatnya surut. Ia mengambil peluang mengikuti Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM), sebuah program Uni Eropa yang memungkinkan mahasiswa menempuh satu program master di beberapa universitas Eropa.
Dan usahanya membuahkan hasil. Tahun 2022 ia mulai mengikuti program EMJM Medical Imaging and Applications (MAIA) dan kuliah di 4 negara per semester yaitu Prancis, Italia dan Spanyol.
Master thesis-nya kemudian diselesaikan di Karolinska Institutet, Swedia.
Saat ini, ia menempuh studi doktoral di Department of Biomedical Engineering and Health Systems, KTH Royal Institute of Technology.
“Setiap semester punya fokus berbeda, mulai dari basic medical imaging dan pengenalan AI, lalu masuk ke spesialisasi hingga persiapan master’s thesis,” ujarnya. (Way)
