Buka Jurusan Baru Tata Busana, SMK Ma’arif NU 1 Bener Siap Terima Siswa Baru

oleh
Tim dari Dinas Pendidikan Propinsi Jateng saat melakukan visitasi di SMK Ma'arif NU 1 Bener untuk jurusan Tata Busana - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – SMK Ma’arif NU 1 Bener yang beralamat di jalan Magelang Km. 12, Desa Kaliboto, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jateng, kini telah membuka jurusan baru Desain dan Produksi Busana atau yang lebih dikenal dengan Tata Busana.

Penambahan jurusan baru ini telah mendapatkan ijin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Propinsi Jateng tertanggal 12 Juni 2023. Dengan adanya jurusan atau konsentrasi keahlian baru ini, semakin melengkapi kejuruan yang ada di SMK Ma’arif NU 1 Bener.

Disampaikan oleh Kepala SMK Ma’arif NU 1 Bener, Purworejo M.Churdaini, S.Pd.I, M.Pd., dengan adanya jurusan baru ini, di sekolah dibawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU kini memiliki 5 konsentrasi keahlian, yakni, Teknik Bodi Otomotif, Bisnis Digital, Akuntansi, Teknik Sepada Motor serta Desain dan Produksi Busana.

“Alhamdulillah setelah melalui beberapa proses tahapan, akhirnya ijin untuk jurusan Tata Busana ini sudah keluar. Dan di tahun ajaran baru 2023/2024 siap menerima siswa baru,” jelas Churdaini, Kamis (15/06/2023).

Untuk mendukung keberadaan jurusan baru ini, kata Churdaini, semua fasilitas serta sarana dan prasarana sudah komplit, mulai dari ruang desain, ruang display dan juga alat-alatnya seperti mesin jahit, mesin potong atau lainnya. Dari SDM juga sudah siap.

“Target tahun pertama satu kelas dengan kapasitas 36 siswa,” ungkap Churdaini.

Dibukanya jurusan baru ini, menurut Churdaini, karena beberapa alasan. Diantaranya, karena sebagian besar animo masyarakat dalam hal ini calon siswa memang menginginkan adanya jurusan Tata Busana. Apalagi kedepan, peluang kerja dan usaha dari jurusan busana ini makin luas dan terbuka lebar.

Di Tata Busana ini, siswa betul-betul diajari untuk menjadi desainer dan juga pembuat. Setelah tiga tahun, dirasa cukup untuk bisa membuka usaha jahitan atau bekerja di perusahaan garmen ataupun konveksi. Dan perusahaan garmen di seputaran Jateng atau Jogja, banyak sekali membutuhkan karyawan. Peluang baik inilah yang ditangkap SMK Ma’arif NU 1 Bener .

“Juga membantu masyarakat kaitannya dengan meningkatkan kwalitas pendidikan di wilayah Kecamatan Bener khususnya dan secara umum di kabupaten Purworejo,” ungkap Churdaini.

Disampaikan pula, tahun lalu, jumlah total siswa dari 4 kejuruan yang ada, mencapai 674 siswa. Di PPDB tahun ini dengan adanya jurusan baru ini diharapkan bisa lebih meningkat lagi dengan target 9-10 kelas.

Keunggulan yang dimiliki SMK Ma’arif NU 1 Bener ini, menurut Churdaini, sangat banyak, diantaranya terkait dengan kedisiplinan. Karena dari sekolah juga menyiapkan untuk tenaga yang nanti bisa diterima di dunia kerja dengan standar Jepang. Pihak sekolah juga membuka peluang untuk anak-anak lulusan atau sekolah lain untuk mempersiapkan diri bisa magang di Jepang.

Visitasi dari Tim Dinas Pendidikan Propinsi Jateng saat meninjau ruang praktek untuk Tata Busana di SMK Ma’arif NU 1 Bener – foto: Koranjuri.com

“Karena ini Ma’arif dibawah naungan NU, maka sangat melekat kaitannya dengan religinya,” sebut Churdaini tentang sekolah yang dipimpinnya.

Untuk penyaluran alumni, SMK Ma’arif NU 1 Bener juga telah menjalin MoU dengan beberapa industri. Diantaranya dengan PT Sritex, Solo dan Nasmoco. Beberapa waktu lalu 4 siswa SMK Ma’arif NU 1 Bener diterima di Nasmoco dengan penempatan di beberapa daerah di Jateng.

Churdaini berharap, dengan jurusan baru ini SMK Ma’arif NU 1 Bener makin diminati oleh masyarakat Kabupaten Purworejo dan menjadi lebih komplit dengan menawarkan beberapa jurusan yang memang itu dibutuhkan untuk meningkatkan kwalitas SDM di Kabupaten Purworejo.

“Semoga SMK Ma’arif NU 1 Bener ini menjadi tujuan sekolah bagi mereka-mereka yang ingin sekolah dan siap untuk kerja. Bagi yang ingin sekolah sambil ngaji juga sudah dipersiapkan dengan adanya boarding school atau asrama,” pungkas Churdaini. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS