Bangunan Candi Kuno
SITUS purbakala yang diperkirakan berusia ribuan tahun ini, terungkap pertama kali dari bongkahan batu kecil. Namun setelah digali rupanya batu tersebut berbentuk kepala kerbau. Meski oleh pihak BPCB batu tersebut dinilai bukanlah sebuah peninggalan purbakala. Namun dari bentuk kepala kerbau, warga lantas menamai tempat ditemukanya situs purbakala dengan nama situs Watu Kebo (Kepala Kerbau).
Setelah penemuan awal tersebut, kemudian berlanjut dengan temuan lainnya seperti batu bata merah purbakala, batu wayang, lingga yoni dan dua buah arca penjaga candi.
‘Selain dua buah arca penjaga candi, terdapat juga batu lobang yang biasa diletakkan di pintu candi,” terang Junawan.
Dua benda ini paling tidak sebagai data awal adanya struktur bangunan candi. Namun untuk menentukan kejelasannya secara ilmiah tetap harus menunggu sampai selesainya proses penggalian.
Dijelaskan, struktur bangunan candi bisa merupakan bangunan candi, ambang candi atau bangunan lain yang terkait dengan candi itu sendiri. Menilik dari beberapa pondasi kuna yang bisa dilihat secara visual di lahan persawahan pasca digali warga, menandakan adanya keterkaitan antara satu struktur bangunan dengan bangunan lainnya.
“Hal ini akan diteliti pada proses ekskavasi,” terang Junawan.
jk
