KORANJURI.COM – Program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI)-Digdaya x Hackathon menjadi tempat bertemunya para talenta digital yang diwadahi oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Event itu dibuka untuk pendaftar yang memiliki kemampuan dan ketertarikan dalam ajang inovasi digital jangka panjang. Tujuannya, untuk mendukung perekonomian nasional melalui teknologi inovasi yang diciptakan.
Greis Dewi Roma Ito Simamora dari Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia mengatakan, peserta yang lolos dalam seleksi diberikan fasilitas mentoring, job fair dan business matching.
“Peserta yang mendaftar dari seluruh Indoensia akan direkrut sebanyak 800 tim yang akan mengikuti pelatihan,” kata Greis saat Roadshow di Universitas Warmadewa Bali.
Dari total jumlah pendaftar akan diseleksi menjadi 80 finalis untuk mempersiapkan project.
“Proposal dapat di-submit melalui website https://www.pidi.id yang dibuka hingga tanggal 27 Maret 2026 untuk wilayah Bali Nusra,” kata Greis.
Advisor Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Indra Gunawan Sutarto mengatakan, PIDI, Digdaya x Hackaton 2026 dirancang untuk mempercepat solusi digital, memperluas inklusi keuangan dan penguatan ekonomi nasional.
“BI ingin membangun ekosistem para talenta muda dalam menjawab kebutuhan industri digital, memperkuat stabilitas sistem keuangan dan mendorong ekonomi yang inklusif,” kata Indra.
Sementara, Direktur Kerjasama, Humas, dan Kemahasiswaan Agus Darma Yoga Pratama mendukung partisipasi mahasiswanya dalam lomba inovasi teknologi tersebut.
“Lomba ini penting dilakukan untuk menghadapi tantangan digitalisasi yang perlu dihadapi dengan inovatif dan kolaboratif,” jelas Agus. (Way)
