KORANJURI.COM – Bank Indonesia mewaspadai kenaikan tarif angkutan udara di bulan November 2023 jadi salah satu pemicu inflasi. Kenaikan tarif angkutan udara seiring dengan tren peningkatan harga avtur.
Selain itu, potensi kenaikan harga cabai rawit sesuai dengan pola panen, juga beresiko memicu inflasi.
Pada bulan November, intensitas El Nino diprakirakan mulai mereda dan curah hujan meningkat. Kondisi itu akan mendukung produksi hasil pertanian.
Mulai terjadinya panen padi pada November 2023 dan penyaluran bantuan pangan beras diprakirakan menahan laju kenaikan harga beras.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadia mengatakan, secara tahunan, inflasi di Provinsi Bali tercatat sebesar 2,64%.
“Diharapkan lebih waspada terhadap potensi kenaikan permintaan menjelang akhir tahun,” kata Erwin, Sabtu, 4 November 2023.
Di sisi lain, komoditas yang mengalami deflasi terutama berasal dari penurunan tekanan harga daging ayam ras, semangka, bawang merah, canang sari, dan buah naga.
Sementara, berdasarkan rilis BPS Provinsi Bali, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan dua kota di Provinsi Bali, Denpasar dan Singaraja pada Oktober 2023, tercatat sebesar 0,18% (7 mtm).
Realisasi inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar 0,03% (mtm), dan inflasi nasional pada periode yang sama sebesar 0,17% (mtm).
“Kenaikan harga bensin terjadi seiring dengan kenaikan harga BBM non subsidi per 1 Oktober 2023 dengan rata-rata kenaikan sebesar 5%,” kata Erwin. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
