Bertemu Diaspora di Zurich, Said Didu Ungkap Ancaman Indonesia Bukan Asing Tapi Oligarki

oleh
Said Didu bersama Dispora yang berada di Zurich, Swiss - foto: Manusia Merdeka

KORANJURI.COM – Di bawah suhu 8° derajat celcius di Kota Zurich, Swiss, Said Didu bertemu dengan warga Indonesia. Dia menyampaikan kegundahan terkait kondisi bangsa yang dirasakan sudah hilang kedaulatannya.

Dalam obrolan di meja makan, Said Didu mengungkapkan, kedaulatan yang dimaksud adalah, Politik, Ekonomi, Hukum dan Sumber Daya Alam. Bahkan, sebagian wilayah telah jatuh ke tangan oligarki.

Said Didu mengajak Forum Diaspora Indonesia untuk ikut menjaga kedaulatan bangsa, mendorong pemerintah berpihak kepada rakyat dan menghentikan dominasi oligarki. Khususnya, pada masa Pemerintahan sebelumnya.

Partai politik, penegakan hukum hingga regulasi negara, dinilai tidak sepenuhnya berada ditangan Rakyat

Said menyoroti, bagaimana UU Cipta kerja, penempatan pejabat kepolisian dalam jabatan sipil, hingga sengketa pertanahan yang masif menjadi bukti dominasi para pemilik modal.

“Bahkan, sekelas tokoh seperti Jusuf Kalla tak luput dari para oligarki,” kata Said di Zurich (2/1/2026)

Dia menjelaskan, bahwa segelintir orang menguasai hampir seluruh kekayaan negara. Sementara, rakyat hanya sebagai penonton.

“Ini peringatan keras terhadap presiden Prabowo Subianto. Ancaman terbesar pada Indonesia bukan Asing, melainkan oligarki dalam negeri, Geng Solo, kelompok politik usang, dan pensiunan bintang-bintang yang menjadi perlindung para penguasa sumber daya alam,” kata Said Didu.

Menurutnya, jika Presiden Prabowo berani melepaskan diri dari cengkeraman kelompok itu, maka rakyat akan membela.

“Masa depan Indonesia berada dalam bahaya serius,” ujarnya.

Dari Niederweningen, Zurich yang dingin Said Didu mengirim pesan semangat, ‘Waktunya Indonesia direbut kembali oleh rakyatnya sendiri, kedaulatan negara adalah segalanya’. (*/Thalib/Manusia Merdeka/Said Didu)