Benahi Sistem Manajemen Informasi, SMK Kesehatan Purworejo Gelar Workshop

oleh
Supriyatna, S.E., M.Pd., praktisi dan konsultan pendidikan dari SMK Borcess, Bogor, saat menjadi pemateri dalam workshop di SMK Kesehatan Purworejo, Kamis (10/11/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk membenahi sistem manajemen informasi di lembaganya, SMK Kesehatan Purworejo menggelar Workshop Penerapan Platform Technology Learning Management System dan Manajemen Berbasis Sekolah, Kamis (10/11/2022).

Menghadirkan narasumber Supriyatna, S.E., M.Pd., praktisi dan konsultan pendidikan dari SMK Borcess, Bogor, workshop dibuka Kepala SMK Kesehatan Purworejo Nuryadin, S.Sos., M.Pd., dan diikuti oleh semua guru.

“Kegiatan ini diadakan dalam rangka untuk pelaksanaan program SMK PK, juga bagian dari komitmen sekolah untuk bisa membenahi tentang sistem manajemen informasi,” ungkap Nuryadin, usai kegiatan.

Disampaikan, karena sekarang ini era digital, sehingga mau tidak mau, semua harus berbenah dan bisa menguasai teknologi digital untuk pengembangan sekolah. Dan itu salah satu tantangan kedepan bagi SMK Kesehatan Purworejo.

Nuryadin berharap, dengan adanya pelatihan/ workshop ini juga akan menambah wawasan bagi bapak ibu guru, serta untuk mendukung pengembangan sekolah kedepan dalam rangka menghadapi era milenial atau menghadapi persaingan global.

“Tentu ini bagian dari promosi sekolah. Semoga nanti masyarakat lebih percaya lagi, sehingga animo masyarakat untuk sekolah di tempat kita juga jadi bertambah,” kata Nuryadin.

Nuryadin juga menambahkan, sebelum dilaksanakannya workshop, di sekolah juga mengadakan upacara Hari Pahlawan. Dalam upacara juga ada pemberan penghargaan bagi grup drumband SMK Kesehatan Purworejo yang telah meraih juara 1 dan juara umum pada Festival Drumband Bupati Cup Purworejo 2022, dengan raihan prestasi pada kategori analisa musik, visual efek, mayoret, serta penyerahan penghargaan bagi Wisnu Yudha Febrianto, siswa kelas XII Farmasi 1, yang telah meraih juara 2 silat pada PORKAB tingkat SMA/SMK under 55 kg Putra.

“Upacara ini selain bagian dari himbauan atau arahan dari dinas pendidikan, juga bagian dari komitmen sekolah, sebagai putra-putra bangsa tentu punya kewajiban untuk melakukan upacara ini sebagai bentuk penghargaan terhadap para pahlawan yang telah gugur mendahului kita,” kata Nuryadin.

Selaku narasumber, Supriyatna menyampaikan, bahwa program yang digagas SMK Kesehatan Purworejo ini sebetulnya bagian dari rencana development plant, yang merupakan rangkaian dari Pusat Keunggulan, dimana harus menunjukkan eksistensi. Salah satunya terkait masalah isu tentang digital device dan tentang keamanan data penggunaan platform serta tentang SDM bertalent digital.

“Jadi lebih mengenalkan bahwa mungkin kedepan SMK Kesehatan Purworejo ini bisa melalui offline dan online karena sudah ada aplikasi belajar yang bisa di download play store,” ungkap Supriyatna.

Kebetulan, kata Supriyatna, di program ini juga mengedepankan terwujudnya ekosistem pelayanan pendidikan yang Prima. Jadi kedepan, dari workshop ini, bagaimana membangun etos pelayanan pendidikan yang menciptakan karakter, attitude, senyum, yang endingnya adalah kemandirian sekolah.

Guru, kata Supriyatna, agar mempertahankan brands baik, terutama pada manajemen lingkungan. Jadi guru-guru harus punya citra baik di lingkungannya masing-masing. Dia berharap, tahun depan mudah-mudahan sudah ada perubahan baik dari fisik, attitude dan dari penerapan pembelajaran yang ada di SMK Kesehatan Purworejo.

“Harapan saya, dengan adanya workshop ini paling tidak, meraih itu mudah tapi yang sulit itu mempertahankan,” pungkas Supriyatna. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS