KORANJURI.COM – Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R. Eko Suyatno mengkonfirmasi WNA Malaysia sebagai salah satu korban tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya Selat Bali.
Ia menjelaskan, pihaknya menemukan data dari nomor kendaraan yang digunakan WNA asal Malaysia itu. Namun, dari delapan nama dalam manifest travel itu, tidak ada nama WNA yang dimaksud.
“Kami berkoordinasi dengan kepolisian guna menelusuri nopol mobil travel yang disinyalir ditumpangi oleh WNA asal Malaysia tersebut tapi tidak ditemukan,” kata Eko, Jumat (4/7/2025).
Basarnas sebelumnya mendapatkan informasi tersebut Kedutaan Besar Malaysia yang ikut jadi penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7/2025) tengah malam.
Sementara, Basarnas juga mengklarifikasi perubahan data korban selamat yang dirilis pada Kamis (4/7/2025). Data tersebut awalnya tercatat 29 orang korban selamat.
Dengan hasil, 21 orang korban selamat telah diserahkan kepada pihak keluarga di Ketapang. Sedangkan, 8 orang korban telah diserahkan kepada pihak keluarga di Gilimanuk.
Namun, kata Eko, setelah dilakukan konfirmasi, ada 9 orang korban selamat dan telah diserahkan kepada pihak keluarga di Gilimanuk.
Menurut Eko, dari data nama korban selamat sebelumnya, tidak ada korban atas nama Yudi atau Wahyudi.
Tapi, ternyata yang bersangkutan ditemukan selamat dan dijemput oleh keluarganya di Gilimanuk tanpa melapor ke Posko SAR Gabungan di Gilimanuk.
“Jadi, perubahan data jumlah korban yang telah ditemukan sebanyak 36 korban, dengan rincian 30 korban selamat dan 6 orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Eko.
Dengan demikian, data korban yang belum ditemukan sesuai data manifest kapal sebanyak 29 orang. (Way)
