Bank Indonesia: Ekonomi Bali Tahun 2026 Lebih Perkasa di Atas 6 Persen

oleh
Bincang Media Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan, mempertahankan suku bunga acuan tetap di angka 4,75% diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi. mengatakan, mempertahankan suku bunga acuan tetap di angka 4,75% diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, level BI Rate saat ini menjadi terendah sejak tahun 2022, dan sebagai upaya menjaga stabilitas inflasi di tahun 2026-2027. Di tahun 2024, BI Rate tercatat mengalami penurunan 150 basis poin.

“Pertumbuhan ekonomi global melambat tahun ini karena tensi geopolitik global. Untuk di Bali sendiri harus tetap tumbuh melalui kekuatan ekonomi domestik,” kata Erwin di Denpasar, Kamis (5/3/2026).

Berbeda dengan ekonomi global yang diperkirakan melambat 3,3%. Ekonomi domestik Bali justru menunjukkan sinyal yang baik. Erwin mengatakan, tahun 2025 ekonomi Bali tumbuh 5,2%.

Pendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang paling utama adalah sektor pariwisata.

“Dari angka 5,2 persen, sektor pariwisata menyumbang 2,9 persen. Selanjutnya, sektor pertanian, konsumsi dan investasi,” jelasnya.

Bank Indonesia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Bali di tahun 2026 ini berada pada baseline 5,6%-5,9%. Menurut Erwin, perkiraan itu mengacu pada skenario baseline pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,7 persen menuju 5,5% di tahun 2026.

“Kita harapkan pertumbuhan ekonomi Bali bisa berada di range 5,8 atau 5,9 persen di tahun 2026,” jelas Erwin.

Namun, melihat dari kekuatan sektor pertanian dan konsumsi, ekonomi Bali diperkirakan akan tumbuh lebih besar dari skenario baseline dan angka akselerasi di Bali, maka pertumbuhan ekonominya berpotensi mencapai di atas 6%.

“Apabila kita benar-benar memaksimalkan lapangan usaha dan dukungan sektor eksternal yang kondusif. Good news nya, di bulan Januari 2026 pertumbuhan ekonomi Bali sudah mencapai 7,6 persen dari Desember 2025 sebesar 7,3 persen,” kata Erwin. (Way)