KORANJURI.COM – PT Jasamarga Bali Tol menepis kemacetan yang terjadi pada Jumat (9/12/2023) terjadi di Tol Bali Mandara.
Kepadatan lalu lintas dari dan menuju Bandara Ngurah Rai berimbas pada penumpukan kendaraan roda empat yang akan keluar dari gerbang tol Ngurah Rai.
Manager Operasi dan Maintenance PT Jasamarga Bali Tol I Putu Gandi Ginantra mengungkapkan, semua transaksi di gerbang tol berjalan normal dan tak ada gangguan.
“Karena kami sudah siapkan personel untuk membantu taping dan mobile reader,” kata Gandi, Sabtu, 30 Desember 2023.
Dari pemantauan yang dilakukan, antrean kendaraan yang masuk gerbang tol mulai terlihat pada Jumat (29/12/2023) sekitar pukul 15.00 WITA.
Petugas tol mendapati bahwa penumpukan kendaraan itu diakibatkan oleh pengguna jalan yang akan menuju Bandara Ngurah Rai.
“Kami sampai tanyakan secara door to door kepada pengguna jalan, mereka mengatakan akan ke bandara,” jelasnya.
Gandi mengatakan, jumlah kendaraan yang masuk pada waktu terjadi antrean panjang, Jumat (29/12/2023) diakui di luar perkiraan. Total jumlah kendaraan, roda empat dan roda dua mencapai 75.000.
Dibandingkan sebelumnya, kendaraan yang masuk dan bertransaksi di gerbang tol Bali Mandara pada momen akhir tahun 2022 sebanyak 50.000.
“Ini memang paling tinggi sejak Tol Bali Mandara beroperasi. Rinciannya, kendaraan roda dua 35 ribu dan sisanya roda empat,” ujarnya.
Bercermin dari kemacetan yang terjadi, PT Jasamarga Bali Tol meminta kepada kepolisian maupun Dinas Perhubungan untuk mengatur lampu lalu lintas di titik rawan.
Misalnya di traffic light kita minta waktu untuk diperpanjang lampu hijaunya,” kata Gandi.
Sementara H-2 tahun baru 2023, situasi lalu lintas di gerbang tol Bali Mandara terlihat lamcar. Jumlah antrean kendaraan di gerbang tol Benoa sebanyak 10-15 kendaraan.
“Dan datangnya bertahap, jadi tidak menimbulan antrean panjang seperti kemarin,” jelas Gandi. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
