Ajak Generasi Milenial Tidak Golput, Koster: Hanya Coblos Satu Kali, Dua Kali Tidak Sah

oleh
Menristekdikti Muhammad Nasir bersama Gubernur Bali I Wayan Koster berfoto bersama usai launching Hakteknas Ke-24 yang tahun ini dipusatkan di Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Di hadapan ribuan mahasiswa PTN/PTS se-Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster menyerukan agar para generasi milenial itu menggunakan hak pilihnya, dan tidak golput dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 17 April mendatang.

“Saya mengajak agar menggunakan hak pilihnya dengan benar yaitu, hanya mencoblos satu kali saja. Karena jika mencoblos lebih dari satu kali, nanti menjadi tidak sah,” kata Koster saat launching Hari Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24, di Lapangan Puputan, Renon, Denpasar, Kamis,21 Februari 2019.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Gubernur Koster menyatakan, harapan mencoblos satu kali saja tersebut untuk proses demokrasi yang baik dan benar.

“Kalau tim mau berkampanye dengan caranya masing-masing dimana saja, mau terbuka, tertutup, enggak ada masalah. Saya kira memang, sepantasnya begitu,” ujar Ketua DPD PDIP Bali ini.

Astungkara, pemilu di Bali berlangsung lancar, mulus, aman, damai dan sukses,” tambah Koster.

Sebelumnya, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Meristekdikti), Mohamad Nasir, saat sambutannya dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII, Bali, NTB, dan NTT, di Agung Ballroom Hotel Bali Beach, Sanur, Denpasar, Rabu (20/02/2019) malam, juga menyampaikan hal senada, yakni coblos satu kali saja, karena jika sampai dua kali itu tidak sah.

Sementara, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Nengah Dasi Astawa mengatakan, ajakan tidak golput itu sangat penting. Dasi Astawa menjelaskan, kalau rendah tingkat golput itu menandakan tingkat kesadaran berdemokrasi semakin tinggi.

“Indikasi golput itu kan cuek bebek kan. Kalau warga negara sudah cuek bebek berarti kan politik itu tidak jalan sebagaimana yang diharapkan dari perspektif demokrasi,” tandasnya. (*)