KORANJURI.COM – Bagi kalian yang merencanakan liburan ke Bali di akhir tahun, ada baiknya tetap mencermati kondisi cuaca yang terjadi di Pulau Dewata dalam beberapa pekan belakangan.
BMKG menyampaikan cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi diperkirakan berpotensi terjadi hingga Maret-April 2025.
Fenomena seperti La Nina lemah, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan cold surge atau seruakan udara dingin turut memengaruhi tingginya curah hujan dan gelombang di perairan Bali.
“Untuk mendukung pelaku perjalanan dan wisatawan yang sedang merencanakan liburan ke Bali, BMKG menyediakan fitur Digital Weather for Traffic (DWT) yang memberikan informasi cuaca di jalur perjalanan, bandara, pelabuhan, hingga penyeberangan,” kata BMKG Dwikorita Karnawati, Minggu (15/12/2024).
Fitur itu menyajikan data cuaca, iklim, kualitas udara, dan gempa bumi, serta Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS) untuk informasi cuaca maritim.
Aplikasi ini juga sangat membantu dalam mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi para nelayan.
Dwikorita berharap, wisatawan terus memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi yang diperbarui secara berkala.
“Peringatan dini akan disampaikan sepekan sebelumnya dan diulang tiga hari hingga tiga jam sebelum kejadian cuaca ekstrem,” kata Dwikorita.
Menjelang libur Nataru 2024, kunjungan wisatawan ke Bali diprediksi meningkat 20 persen dari tahun sebelumnya atau sebanyak 2.794.977 orang.
Prakiraan pergerakan keluar masuk Bali pada masa angkutan Nataru 2024/2025, Dinas Perhubungan Provinsi Bali merilis data, terbanyak berasal dari Bandara I Gusti Ngurah Rai sebanyak 1.512.337 orang.
Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya bertemu Kepala BMKG RI Dwikorita Karnawati di Rumah Dinas Gubernur Bali Jayasabha, pada Minggu (15/12/2024) sore.
Dalam pertemuan itu, Mahendra Jaya menekankan pentingnya menjadwalkan rute dan waktu kunjungan mereka ke objek wisata di Pulau Dewata.
“Saya minta Kadis Pariwisata dan Kalaksa BPBD Bali untuk segera menindaklanjuti hal tersebut. Kami juga akan mengumpulkan camat dan desa wisata untuk mensosialisasikan hal ini,” kata Mahendra Jaya.
Sementara, di tempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjokorda Bagus Pemayun mengatakan, agen perjalanan wisata di Bali agar menyiapkan perlengkapan saat mengantar tamu ke obyek wisata.
“Berikan informasi kepada turis terkait kondisi cuaca dan peringatan ketika terjadi cuaca buruk,” kata Tjok Bagus Pemayun dihubungi melalui sambungan telepon. (Way)
