KORANJURI.COM – Mengisi kegiatan pasca PSAT (Penilaian Sumatif Akhir Tahun), SMK Batik Perbaik Purworejo menggelar kegiatan Class Meeting dengan tema Gebyar Budaya. Diikuti semua siswa kelas X dan XI, kegiatan Class Meeting dilaksanakan selama empat hari, dari Senin (19/06/2023) hingga Kamis (22/06/2023).
Pada hari pertama, Senin (19/06/2023), jelas Waka Kesiswaan Mujahidin Tsani, S.Pd.Jas., ada lomba video variasi P5 dengan tema Kebekerjaan, yang khusus diperuntukkan bagi kelas X. Untuk kelas XI, dalam lomba ini setiap kelas wajib mengirimkan perwakilannya.
“Video tersebut diunggah di tiktok masing-masing dan di kirimkan juga ke tiktok OSIS untuk penilaiannya. Di hari pertama juga ada lomba voli,” jelas Tsani, Rabu (21/06/2023).
Di hari kedua, kata Tsani, Selasa (20/06/2023), ada lomba memasak dengan membuat makanan 4 sehat 5 sempurna, namun dengan biaya yang terjangkau, sehingga anak-anak tidak merasa terbebani dan di situ juga terjadi kerjasama antar siswa.
Di hari Rabu (21/06/2023), ada jalan sehat dan juga lomba Ninja Warrior, di mana dalam lomba Ninja Warrior ini, menurut Tsani, adalah lomba untuk meningkatkan keterampilan siswa, kelincahan, kecepatan serta dibutuhkan adanya kerjasama tim sehingga nantinya anak SMK itu bisa memiliki motorik yang baik untuk masuk dunia kerja.
Dalam lomba Ninja Warrior ini, didalamnya meliputi lomba estafet karet, lomba kardus, menggiring bola menggunakan terong, memasukkan pensil ke dalam botol serta sarung sirkel.
“Estafet karet berfungsi untuk melatih fokus dan kerjasama, memasukkan pensil ke dalam botol untuk melatih konsentrasi, sarung sirkel memiliki makna agar memiliki satu visi, satu misi dan satu tujuan,” jelas Tsani.
Untuk hari terakhir, Kamis (22/06/2023) ada pentas seni dengan tema Gebyar Budaya. Dalam pentas seni itu anak-anak akan menunjukkan skill dan bakatnya di mana temanya adalah budaya Indonesia.
Di hari terakhir juga, kata Tsani, akan ada pengumuman kelas teladan, yang penilaiannya dilakukan selama tahun pelajaran 2022/2023. Adanya Kelas Teladan ini intinya untuk memotivasi seluruh peserta didik atau kelas agar perlu berlomba-lomba untuk menjadi kelas teladan di akhir penghujung tahun pelajaran.
Untuk penilaian Kelas Teladan ini, kriterianya diantaranya , bagaimana seluruh siswa di kelas itu mampu menaati tata tertib yang ada di sekolah secara konsisten. Bagaimana siswa mengikuti pembelajaran yang disampaikan oleh guru di kelas, apakah aktif atau tidak.
Dari segi keaktifan siswa, diambil dari absensi. Dan dari BK, apakah ada catatan yang kurang baik dari kelas tersebut. Seberapa aktif kelas tersebut ikut berpartisipasi dalam setiap kegiatan-kegiatan di sekolah serta penilaian yang dilakukan lewat media-media sosial yang dimiliki para siswa.
“Harapannya untuk kegiatan ini, bisa mengisi kegiatan yang positif. Karena di Kurikulum Merdeka ada P5, dan tema Kebekerjaan merupakan tema wajib, maka kami munculkan yang dirangkum dalam kegiatan lomba. Tentunya kegiatan ini bisa meningkatkan keakraban dan kerukunan siswa di dalam kelas tersebut karena banyak materi lomba yang menuntut kerjasama tim,” pungkas Tsani. (Jon)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
