KORANJURI.COM – Kejuaraan menembak yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional (BNN) diikuti 240 peserta. Empat kategori yang dilombakan yakni, presisi 15 meter, presisi 25 meter, duel falling plate, dan kelas atlet Bali.
Kepala BNN RI Petrus Reinhard Golose membuka dengan melepaskan amunisi ke target. Empat sasaran ditembus dengan sempurna.
Golose mengatakan, kenyataan menembak ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Narkotika Internasional (HANI) yang dipusatkan di Bali. Kejuaraan menembak ‘shooting against drugs’ memperebutkan Piala Praja Raksa Gurnita (PRG).
“Yang harus dikuasai oleh aparat penegak hukum adalah ketrampilan menembak, keahlian menembak harus sesuai dengan SOP, menembak juga harus dengan disiplin yang tinggi,” kata Golose di Lapangan Tembak Tohpati, Denpasar, Jumat, 23 Juni 2023.
Shooting against drugs berlangsung selama dua hari mulai 23-24 Juni 2023. Kejuaraan itu merupakan kejuaraan menembak pertama yang diselenggarakan oleh BNN.
Menurut mantan Kapolda Bali ini, mengasah kemampuan dan meningkatkan kompetensi yang diperlukan. Meski menurut Golose, penggunaan penembakan dalam operasi adalah upaya terakhir.
“Upaya itu dilakukan apabila membahayakan petugas saat terancam dalam melaksanakan tugas, seperti dalam kasus ada perlawanan yang dilakukan oleh bandar maupun kurir narkoba,” jelasnya.
Peserta kejuaraan ini adalah para pejabat eselon II dan III BNN, anggota Polri penugasan BNN, ASN BNN, serta para atlet Perbakin Bali.
“Kejuaraan menembak ini sekaligus untuk menyambut PON, atlet Bali sudah siap 10 orang untuk siap masuk PON,” kata Petrus Reinhard Golose. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
