KORANJURI.COM – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, perkiraan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,5 – 5,3%. Penguatan itu terus meningkat menjadi 4,7 – 5,5% pada tahun 2024.
“Hal itu didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan tetap positifnya kinerja ekspor di tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat,” kata Perry Warjiyo, Jumat, 2 Desember 2022.
Sedangkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) diprakirakan menurun dan kembali ke sasaran 3,0±1% pada 2023 dan 2,5±1% pada 2024.
Menurut Perry, inflasi inti akan kembali lebih awal pada paruh pertama 2023. Hal itu terjadi seiring terkendalinya inflasi harga impor dengan nilai tukar rupiah yang stabil.
Perry menambahkan, koordinasi tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), berkontribusi kuat pada terkendalinya inflasi.
“Sinergi dan inovasi merupakan kunci dari prospek kinerja ekonomi Indonesia pada
2023 dan 2024,” ujarnya.
Bauran kebijakan Bank Indonesia pada 2023 akan terus diarahkan sebagai bagian dari bauran kebijakan nasional. Kebijakan moneter Bank Indonesia pada 2023 akan terus difokuskan untuk menjaga stabilitas.
Meski, tambah Perry, ekonomi global diperkirakan melambat dengan risiko terjadinya resesi di beberapa negara.
Empat kebijakan Bank Indonesia yakni, kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran, kebijakan pendalaman pasar keuangan, serta kebijakan ekonomi keuangan inklusif dan hijau.
Sementara, Presiden Joko Widodo menyatakan, kondisi global masih tidak pasti dan sulit diprediksi untuk tahun 2024.
“Pada tahun 2023 betul-betul kita harus hati-hati dan waspada tanpa mengurangi
optimisme,” kata Jokowi. (Way)
Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS
