KORANJURI.COM – Puncak peringatan Hari Nasional (Harnas) UMKM ke-11 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Purworejo di Alun-alun Kutoarjo, Sabtu (22/08/2026), berlangsung sangat meriah.
Mengusung tajuk Kutoarjo Local Pride Festival 2026, ribuan warga antusias menyaksikan kirab dan grebeg 17 gunungan produk unggulan lokal.
Sebanyak 16 gunungan dari perwakilan 16 kecamatan serta 1 gunungan dari Forum UMKM Kabupaten Purworejo diarak meriah mulai dari halaman Kantor Kecamatan Kutoarjo hingga Alun-alun Kutoarjo.
Setibanya di lokasi, warga dari berbagai kalangan langsung antusias berebut hasil bumi dan produk UMKM yang tertata di gunungan tersebut.
Acara ini turut menarik perhatian wisatawan mancanegara, salah satunya David H, seorang pecinta fotografi dan seni budaya asal Paris, Prancis.
“Saya tahu acara ini dari Mas Agus yang punya kesenian Dolalak di Purworejo, kenal setahun yang lalu. Saya suka kesenian di Jawa. Hari ini datang untuk menyaksikan. Saya penasaran sekali dengan tradisi-tradisi di Jawa yang berbeda dengan Eropa,” ujar David.
Selain dikirab dan diperebutkan, gunungan dari masing-masing kecamatan juga dilombakan. Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.
Juara 1 Kecamatan Loano, Juara 2 Kecamatan Kutoarjo, Juara 3 Kecamatan Bener, Juara Harapan 1 Kecamatan Bagelen, Juara Harapan 2 Kecamatan Purworejo dan Juara Harapan 3 Kecamatan Purwodadi.
Selain lomba gunungan, ajang ini juga memberikan apresiasi untuk Lomba Ecoprint Totebag Teknik Pounding, Lomba Anyaman Bambu SMP, Lomba Anyaman Bambu Umum, Lomba Inovasi Produk Limbah Plastik, serta Lomba Stan Forum UMKM.
Ketua Forum UMKM Kabupaten Purworejo, Dr. Hesti Respatiningsih, menjelaskan bahwa ketujuh belas gunungan tersebut memuat ribuan produk unggulan, mulai dari makanan olahan, kerajinan, fesyen, hingga produk pertanian dan inovasi lokal.
“Gunungan bukan sekadar tatanan produk. Gunungan adalah simbol rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, simbol kerja keras para pelaku usaha, simbol gotong royong antarkecamatan, dan simbol harapan agar rezeki, kemakmuran, serta keberkahan ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tegas Hesti.
Hesti juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung gerakan Tresno Purworejo, Larisi Purworejo demi meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal.
Berdasarkan data panitia, gelaran UMKM Exhibition selama 3 hari ini mencatatkan tingkat kunjungan yang tinggi serta omzet yang sangat menggembirakan bagi para pelaku usaha. (Jon)
