KORANJURI.COM – Usai Polda Metro Jaya mengungkap kasus prostitusi Open BO pelajar Jakarta yang melibatkan narapidana, Lapas Cipinang melayar belasan napi ke Nusa Kambangan.
Kepala Lapas Kelas I Cipinang Wachid Wibowo mengatakan, ada 16 napi yang dipindahkan ke Lapas super maksimum sekuriti itu.
BACA JUGA
Grup Telegram Open BO Pelajar Jakarta Dikendalikan Napi di Lapas Cipinang
“Tim kami di Cipinang turut menindaklanjuti dan mendukung penuh pengungkapan ini,” kata Wachid, Rabu (21/72025).
Razia besar-besaran di dalam Lapas Cipinang digelar usai AN, penghuni Lapas Cipinang terungkap sebagai pengendali jaringan prostitusi online via grup telegram.
Pada Minggu (20/7/2025), tim gabungan mengobok-obok sel hunian napi Lapas Cipinang. Razia yang dimulai pukul 00.00-03.00 WIB itu, petugas menemukan beberapa barang terlarang, termasuk beberapa ponsel.
Wachid mengaku, dirinya langsung mendapat perintah memindahkan sejumlah napi ke Nusa Kambangan.
Sebelumnya, Ditressiber Polda Metro Jaya mengamankan seorang narapidana berinisial AN (40), penghuni Lapas Cipinang.
Kasubdit 2 Ditressiber Polda Metro Jaya AKBP Herman Edco Simbolon mengatakan, pelaku memperdagangkan anak sebagai pekerja seks komersil dengan modus Open BO.
“Motif pelaku untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan hidup,” kata Herman, Sabtu, 19 Juli 2025 lalu.
Ia menambahkan, tersangka menyediakan gadis-gadis muda yang disebutnya sebagai talent. Penawaran esek-esek itu dilakukan melalui grup telegram Open BO Pelajar Jakarta. (Thalib)
