Visitasi Alih Status, STAIAN Purworejo Siap Menjadi Institut

    


Civitas akademika STAIAN Purworejo berfoto bersama dengan tim visitasi alih status dari Dirjend Pendidikan Islam Kemenag RI - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Visitor dari Dirjend Pendidikan Islam Kemenag RI yang diketuai Dr H, Ahmad Bahiej, SH.,M.Hum., dengan anggota H. Thobib Al Asyhar, M.Si, dan Aziz Hakim, MH., melakukan Visitasi atau assesmen lapangan tehadap pengajuan alih status STAIAN Purworejo (Sekolah Tinggi Agama Islam An Nawawi Purworejo) menjadi IAIAN Purworejo (Institus Agama Islam An Nawawi Purworejo), Sabtu (19/11/2022).

Dalam visitasi tersebut, dari pihak STAIAN hadir Ketua Yayasan Ponpes An Nawawi KRM Maulana Alwi, SH., Ketua STAIAN Ashfa Khoirunnisa, M.Si, dan seluruh civitas akademika STAIAN Purworejo.

Menurut Anwar Ma’rufi, S.H.I., M.Ud., salah satu anggota tim alih status, dalam visitasi tersebut, dari petugas visitor melakukan pengecekan terhadap proposal yang diajukan, apakah betul atau tidak di lapangan. Visitasi ini juga meninjau aspek keberadaan, kelengkapan dokumen, dan kesesuaian dengan pelaksanaannya.

“Banyak hal yang diverifikasi, diantaranya, jumlah dosen. Untuk persyaratan alih status, jumlah dosen yang magister 20, namun kenyataannya ada 42 magister. Yang doktor, jumlah minimal 4, namun kenyataannya sudah ada 5 doktor dengan berbagai disiplin ilmu yang dimiliki,” jelas Anwar Ma’rufi, Senin (21/11/2022).

Kepangkatan, kata Anwar, juga diverifikasi mulai dari asisten ahli yang seharusnya minimal 12, ada 13. Dan lektor minimal 12, ada 13. Visitor juga memverifikasi terkait Sarpras. Lahan yang tersedia minimal 8 ribu meter persegi, ternyata ada 64 ribu meter persegi lebih. Persyaratan minimal ruangan untuk perkuliahan dengan jumlah mahasiswa 741, harus tersedia lahan 1.482 meter persegi, namun lahan yang tersedia 1.512 meter persegi.

Penandatanganan asesment oleh tim penilai - foto: Sujono/Koranjuri.com

Penandatanganan asesment oleh tim penilai – foto: Sujono/Koranjuri.com

Ruang administrasi kantor, ada 21 orang tenaga kependidikan dari batasan minimal 12 orang, dengan luas lahan minimal 84 meter persegi, namun yang tersedia 216 meter persegi. Perpustakaan minimal 200 meter persegi, namun yang tersedia 224 meter persegi.

“Untuk ruang laboratorium disesuaikan dengan kebutuhan. Kita memiliki ruang lab MPI, lab perbankan, lab bahasa, lab KPI dan lab komputer,” jelas Anwar, yang didampingi Hajar Mukaromah, S.E., M.S.I., anggota tim lainnya.

Untuk prodi, ungkap Anwar, masih tetap, dari persyaratan minimal alih status ada 6, di STAIAN ada 7, yakni, dari Fakultas Syariah prodinya Hukum Ekonomi Islam dan Hukum Keluarga Islam, Fakultas Tarbiyah prodinya Manajemen Pendidikan Islam dan Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Ekonomi Islam prodinya Perbankan Syariah dan Manajemen Bisnis Syariah, sedangkan Fakultas Dakwah prodinya Kepenyiaran Islam.

Diantara prodi-prodi tersebut, minimal ada 2 produk yang terakreditasi Baik Sekali dan lainnya minimal C atau baik. Di STAIAN yang sudah terakreditasi Baik Sekali, Manajemen Pendidikan Islam dan Hukum Ekonomi Syariah

“Dari asesor menyarankan agar akses jurnal online masing-masing prodi ditingkatkan,” jelas Anwar, yang juga menjabat sebagai Waket III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama ini.

Untuk peningkatan mutu, menurut Anwar, di STAIAN ada Lembaga Penjaminan Mutu yang membuat standar mutu dari tata pamong, sarpras, SDM, mahasiswa, pendidikan, penelitian, pengabdian hingga capaian dan luaran .

“Harapannya ketika berubah menjadi institut, animo masyarakat terhadap STAIAN akan bertambah, artinya mahasiswa meningkat dan produktivitas dari civitas akademika baik mahasiswa maupun dosen juga akan lebih meningkat,” pungkas Anwar sambil menyebut, usai visitasi dilakukan penandatanganan asesment oleh tim penilai. (jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS