Usai Ikuti PKW di SMK YPT Purworejo, Peserta Buka Bengkel Rintisan Usaha

oleh
Bantuan alat dan spare part untuk rintisan usaha, yang dikelola kelompok peserta program PKW (Pendidikan Kecakapan Wirausaha) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Usai mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) di SMK YPT Purworejo, dengan jenis ketrampilan servis ringan atau tune up sepeda motor, 21 peserta melanjutkannya dengan membuka bengkel sebagai rintisan usaha.

Dalam hal ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok, dengan jumlah per kelompok 5 orang (untuk tiga kelompok) dan 6 orang (satu kelompok).

“Mereka tinggal cari lokasi untuk bengkel dengan cara sewa. Biaya sewa dibantu dari program PKW, dengan asumsi biaya sewa perbulan Rp 500 ribu, jangka waktunya hingga 6 bulan,” jelas Kepala SMK YPT Purworejo Toto Wibawa, SPd, MPd, melalui Akhmad Mustofa, AMd, Ketua Pelaksana Program PKW, Kamis (22/10/2020).

Untuk sparepart serta peralatan bengkelnya, seperti kompresor, etalase, peralatan bongkar pasang, kunci pas, kunci ring, dan peralatan lain yang mendukung proses servis ringan, menurut Mustofa, dibantu dari program PKW.

Hingga kini, menurut Mustofa, dari empat kelompok tersebut, baru satu kelompok yang sudah membuka bengkel rintisan usaha, di Kedungsari RT 3 RW 1, Purworejo. Lainnya masih dalam proses.

Dalam waktu 6 bulan itu, kata Mustofa, bengkel rintisan usaha tersebut mendapatkan pendampingan dan bimbingan. Mereka berlatih mengelola bengkel. Bagaimana menarik pelanggan, dan melayani. Setelah 6 bulan, semua menjadi hak sepenuhnya kelompok tersebut.

“Setelah 6 bulan, kita harapkan mereka sudah bisa mandiri. Bantuan peralatan dan sparepart ada inventarisasinya, jika di kemudian hari ada suatu permasalahan, peralatan tersebut tidak bisa dimiliki perseorangan, tapi tetap menjadi milik kelompok,” ujar Mustofa.

Harapannya, kata Mustofa, program ini selesai dengan membuka rintisan usaha, paling tidak, menumbuhkan wiraswasta baru, tidak tergantung orang lain.

Namun untuk itu, perlu kerja keras, solid satu team dengan mengutamakan kepuasan pelanggan, sehingga bisa eksis, dan bisa menyisihkan keuangan, sehingga bisa untuk sewa tempat, perawatan peralatan, atau lainnya.

“Mungkin harapan kita terlalu jauh. Tapi ini harus ditekankan supaya bengkel jalan dan berkembang untuk mereka. Paling tidak bisa mengangkat pengangguran dari yang tidak bekerja menjadi bekerja. Area tersebut menjadi ramai, sehingga ada pergerakan ekonomi di lingkungan tersebut secara umum, dan secara khusus untuk kelompok tersebut,” kata Mustofa.

Lebih jauh Mustofa menjelaskan, bahwa program PKW merupakan kerjasama antara SMK YPT Purworejo dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan, Dirjend Pendidikan Vokasi Kemendikbud tahun 2020. Dipilihnya ketrampilan servis ringan atau tune up sepeda motor, berdasarkan analisis, bahwa penjualan sepeda motor tiap tahunnya selalu bertambah.

Arah dari program ini, jelas Mustofa, setelah mengikuti PKW, peserta bisa mendirikan bengkel usaha, rintisan usaha dengan dibantu alat dan bahan spare part.

“Selama PKW dari 24 September hingga 17 Oktober 2020, diberi materi teori dan praktek ketrampilan, dari bongkar mesin, hingga over haul, juga tambahan berupa sistem injeksi,” pungkas Mustofa. (Jon)

KORANJURI.com di Google News