Tinta Emas Dua Bersaudara Bahari di Tinju PON Kini Disamai Cornez, Pino Ucapin Selamat

    


Emas Kornelis 'Chornes' Kwangu Langu samai duua putra Daniel Bahari di ajang PON Papua - foto: Yan Daulaka/Koranjuri.com

KORANJURI.COM (Jayapura) – Usai menyabet medali emas bersejarah untuk tim tinju Bali di ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Rabu (13/10/2021) malam di GOR Cendrawasih, Jayapura, Kornelis Kwangu Langu pun langsung menulis di wall facebook (Chornez Langu) miliknya, bahwa selama 4 tahun bermimpi emas PON sejak dirinya gagal di final PON Jawa Barat tahun 2016.

Maka kini di PON Papua 2021, seakan-akan Tuhan menjawab dengan indah, kalau dirinya bisa meraih emas hasil jeri payah dan kerja kerasnya.

“Artinya mimpi selama 4 tahun dengan berlatih selama 4 tahun. Hasil yang saya impikan pun tercapai. Terima kasih tak terhingga untuk semuanya.” tulis Chornez, sapaan akrab petinju asal Sumba Timur, NTT ini.

Sekeping emas itupun menjadi sangat bersejarah, yang bukan saja untuk Chornez seorang ataupun Pertina Bali yang kini dipimpin Wakil Ketua DPRD Denpasar, Made Mulyawan Arya (De Gadjah) tapi juga emas tersebut sudah menyamai prestasi terakhir kakak beradik dari dinasti keluarga Bahari, Nemo (57 kg) dan Pino Bahari (75 kg) pada PON 1996 Jakarta.

Alhasil, Pino yang adalah putra pertama pelatih dan promotor tinju legenda, Daniel Bahari (almarhum) ini pun langsung mengontak media ini seraya menyampaikan ucapan selamatnya atas prestasi Chornez untuk tinju Bali di PON.

‘Bangga, terharu, dan salut akan perjuangan Kornelis. Selamat pula untuk tim dan Pertina Bali,” ucap peraih 3 kali emas PON berturut-turut sejak PON 1989, 1993 dan 1996 ini. (Yan Daulaka)