Tim Tabur Gabungan Kejati Jateng dan Kejari Purworejo Tangkap Buron Kasus Tanah YAKKAP Angkasa Pura I

oleh
Agung Soenaryo, terpidana kasus pengadaan tanah Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP) pada BUMN PT. Angkasa Pura I saat keluar dari ruang Pidsus Kejaksaan Negeri Purworejo - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Agung Soenaryo (60) akhirnya berhasil ditangkap tim tangkap buron (Tabur) Kejati Jateng bersama Kejari Purworejo.

Warga Diro, Kelurahan Pendowoharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakartav itu, DPO kasus pengadaan tanah Yayasan Kesejahteraan Karyawan Angkasa Pura I (YAKKAP).

Penangkapan terjadi pada Selasa (14/05/2024) pagi sekitar jam 06.00 WIB itu. Agung Soenaryo diamankan tanpa perlawanan. Karena kasus yang menjeratnya, negara mengalami kerugian hingga Rp 23,1 milyar.

“Dia merupakan pihak swasta yang paling bertanggungjawab dalam pengadaan lahan yayasan seluas 25 hektar tersebut,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Purworejo Eddy Sumarman, Selasa, 14 Mei 2024.

Sebelumnya, dalam kasus pengadaan tanah yang dilakukan Agung di Desa Bapangsari, Bagelen, Agung Soenaryo sudah mendapat putusan bebas dari Kejaksaan Negeri Purworejo pada sidang tahun 2022.

Namun, Kejaksaan Purworejo mengajukan kasasi dan kasusnya disidangkan di tingkat Mahkamah Agung.

MA akhirnya mengeluarkan putusan Nomor 4159 K/Pid.Sus/2023 yang menyatakan terdakwa dinyatakan terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) junto pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP,” katanya kata Eddy, didampingi Kasi Pidsus Bangga Prahara dan Kasi Intel, Issandi Hakim.

Atas putusan tersebut, Agung dijatuhi pidana 7 tahun penjara, dengan denda Rp400 juta subsider 4 bulan kurungan serta uang pengganti sebesar Rp20,1 miliar, subsider 3 tahun penjara.

Disampaikan, pasca adanya putusan dari MA pada bulan Oktober tahun 2023 lalu itu, pelaku menghilang sehingga dari Kejaksaan Purworejo tidak bisa melakukan eksekusi. Akhirnya Agung masuk dalam DPO (daftar pencarian orang) dan pencarian terus dilakukan.

Setelah 6 bulan jadi buronan, akhirnya dilakukan operasi penangkapan yang dipimpin langsung Asisten Intelijen Kejati Jateng, Sunarwan. Sebelum dibawa ke kantor Kejaksaan Negeri Purworejo untuk diserahkan ke bidang Pidsus untuk pelaksanaan eksekusi, Agung sempat dibawa ke Kantor Kejari Bantul.

“Dalam perkara ini terdakwa melakukan manipulasi, hingga Yayasan sebagai pihak yang dirugikan tidak bisa menggunakan tanah tersebut,” pungkas Eddy, sambil menambahkan, untuk selanjutnya terpidana dibawa ke Rutan Purworejo guna menjalani masa hukumannya. (Jon)

KORANJURI.com di Google News