Tahun 2021 Brand tentang Bali Digeber Melalui Industri Kreatif

    


Seni kerajinan dengan rupa gaya Kamasan, Klungkung yang khas berlatar cerita tentang pewayangan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Bali tidak memiliki sumber daya alam (SDA). Namun, punya kekhasan budaya dan adat istiadat yang membedakan dengan daerah lain.

Industri mikro di Bali, kata Koster, lahir karena budaya dan adat. Sejumlah UMKM yang tumbuh di Bali, eksistensinya bertolak pada kehidupan sosial masyarakat Bali.

“Kedepan saya ingin kembangan industri kreatif berbasis branding Bali,” kata Koster di rumah dinas Jayasabha, Denpasar, Sabtu, 14 November 2020.

“Tentu bantuan pemerintah pusat ini sangat membantu dalam menghadapi pandemi ini,” tambahnya.

Gubernur Bali Wayan Koster menerima Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki di rumah dinas Gubernur Jayasabha, Denpasar, Sabtu (14/11/2020). Pertemuan untuk menyerahkan secara simbolis bantuan pengusaha mikro kecil menengah di Bali dari Kemenkop UKM.

Bali mendapatkan bantuan Rp 316 milyar dikucurkan untuk membantu UMKM di Bali yang terdampak pandemi. Jumlah usaha mikro di Bali yang menerima bantuan sebanyak 131.693. Masing-masing mendapat Rp 2,4 juta.

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki mengatakan, ekonomi Bali sangat tergantung pada sektor pariwisata, serta UKM sebagai penunjang pariwisata tersebut. Dalam situasi pandemi, semua sektor mengalami keterpurukan.

“Tahun 2021 jumlah bantuan akan ditingkatkan lagi menjadi 20 juta, dan saya berkomitmen untuk Bali, agar tetap diprioritaskan,” kata Teten.

Selama pandemi berlangsung, pemerintah provinsi juga menyalurkan bantuan sebesar Rp 10 juta dan pemerintah kabupaten sebesar Rp 3 juta, untuk 4 ribu koperasi di seluruh Bali. (Way)