Sudikerta Tanggapi Pesta Pembukaan Porprov Bali XIII: “Aduh Kacau Balau…”

    


Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta (tengah) bersama Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi (kanan-berbaju putih) membuka Porprov Bali XIII di Stadion I Wayan DIpta Gianyar, Minggu, 17 September 2017 - foto: Koranjuri.coom

KORANJURI.COM – Pesta pembukaan Porprov Bali XIII berlangsung Minggu (17/9/2017) dan sekarang sudah berakhir. Tapi cerita tentang ‘amburadulnya’ seremonial pembukaan pesta olahraga 2 tahunan itu masih jadi topik pembicaraan.

Wagub Bali I Ketut Sudikerta kembali menyinggung ‘kekacauan’ yang dilakukan panitia Porprov Bali XIII dengan tuan rumah Kabupaten Gianyar. Wagub mengaku kecewa. Namun ia menyebutkan, Wakil Bupati Gianyar sudah menemuinya dan meminta maaf.

“Pasti, maafnya saya terima. Tapi harus dibenahi dan belajar dari pengalaman penyelenggara Porprov dari daerah lain, seperti Buleleng,” kata Ketut Sudikerta di rumah Apreasiasi Sudikerta, Selasa, 19 September 2017.

Akibat dari acara yang dikemas tidak sesuai harapan itu, Wagub Sudikerta menyatakan, panitia pelaksana Porprov Bali berikutnya diambil alih oleh Provinsi. “Mohon maaf tolong benahi tata kelola administrasi,” kata Sudikerta.

Sudikerta melanjutkan, sejak awal koordinasi yang dilakukan panitia pelaksana terlihat kurang baik.

“Aduh kacau balau. Panitia utamanya mundur, diganti asisten tapi mundur juga. Jadi disitu seperti tidak ada panitia,” jelasnya.

Terkait penutupan Porprov XIII, Ketut Sudikerta belum memastikan apakah akan menghadiri. “Biar menghadap saya dulu panitianya,” ujar Sudikerta.

Sementara, Ketua Panitia Pelaksana Porprov Bali XIII di Gianyar, Pande Made Purwata menjelaskan, tarian kolosal Brahma Murti menjadi rangkaian penutupan Pesta Pembukaan. Kemudian dirangkai dengan penyalaan penyalaan api Porprov di Quadran.

Pembukaan Porprov Bali XIII yang sarat dengan penampilan kesenian, menurut Pande Made Purwata, mendekatkan situasi dengan Gianyar sebagai Kabupaten Seni.

Konsepnya sesuai rundown, di akhir tarian, api Porprov mulai dinyalakan. Kemudian disusul sambutan Gubernur, jadi seolah-olah manifestasi Brahma yang dilambangkan api, ada dalam tarian kolosal ini,” jelas Pande Made Purwata. (Way)







    




News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas