Stok Darah Turun 80% saat Pandemi, PMI Jemput Bola Pendonor

    


Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali bersama Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) melakukan jemput bola pendonor di TVRI Bali, Rabu, 9 September 2020 - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pengurus Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali, Agus Purwanto mengaku stok darah palang merah Indonesia khususnya, di Provinsi Bali menurun hingga 80% sejak pandemi.

Kondisi ini terjadi akibat kekhawatiran masyarakat untuk mendatangi Unit Transfusi Darah PMI yang terletak di RSUP Sanglah Denpasar.

“Dalam masa pandemi ini terjadi penurunan jumlah stok darah yang ada di Palang Merah, sehingga kami bersama teman-teman mencoba menggalang pendonor yang mau mendonorkan darahnya untuk para pasien. Jadi, kami berusaha mencari pendonor lain yang kami dapatkan dari luar,” kata Pengurus PDDI Provinsi Bali, Agus Purwanto, Rabu, 9 September 2020.

Untuk memenuhi kebutuhan darah ini, PMI dan PDDI gencar menggelar donor darah secara jemput bola di sejumlah lokasi strategis. Salah satunya TVRI Bali.

Kepala LPP TVRI Stasiun Bali I Ketut Leneng mengatakan, kegiatan donor darah ini dilakukan untuk membantu pemenuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi.

“Mudah-mudahan memberikan motivasi bagi masyarakat lainnya untuk ikut menyumbangkan darahnya,” kata Leneng.

PMI dan PDDI Provinsi Bali menjamin, pelaksanaan donor darah dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Masyarakat tak perlu khawatir untuk mendonorkan darahnya melalui PMI.

Kegiatan itu diikuti 36 orang dari pegawai televisi milik pemerintah itu bersana mitra kerja salah satunya, PT Rajawali, perusahaan distributor es krim.

“Sebelum diambil darahnya, kita dipastikan untuj cuci tangan dulu, kemudian diperiksa oleh dokter dan seterusnya melalui prosedur yang benar,” terang Leneng. (*)