SMK TI Kartika Cendekia Purworejo Gelar Workshop Perencanaan Berbasis Data

    


Pelaksanaan Workshop Perencanaan Berbasis Data di SMK TI Kartika Cendekia Purworejo, menghadirkan narasumber Dr Noor Widijantoro, M.Pd., Pengembang Teknologi Pembelajaran dari BBPPMPV Seni dan Budaya Yogyakarta - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Untuk meningkatkan mutu pendidikan kedepannya, SMK TI Kartika Cendekia Purworejo menggelar Workshop Perencanaan Berbasis Data (PBD), yang berlangsung selama dua hari, dari Senin (21/11/2022) hingga Selasa (22/11/2022).

Dibuka oleh Kepala SMK TI Kartika Cendekia Purworejo Agus Setya Ardiyanto, A.Md., workshop menghadirkan narasumber Dr Noor Widijantoro, M.Pd., Pengembang Teknologi Pembelajaran dari Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya Yogyakarta.

Sebagai peserta dalam workshop ini, waka kurikulum bersama timnya, waka kehumasan industri bersama timnya, waka bidang sarana prasarana bersama tim dan waka kesiswaan bersama tim serta kepala kompetensi keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ) dan kepala kompetensi keahlian Desain Komunikasi Visual.

Dijelaskan oleh Agus, Perencanaan Berbasis Data merupakan evaluasi internal sekolah, dimana dasarnya dari raport pendidikan sekolah, yang berawal dari pelaksanaan assesmen nasional yang dilakukan perwakilan siswa dan guru, survei lingkungan belajar dan juga data dari dapodik yang meliputi data guru tenaga kependidikan (GTK) dan platform merdeka mengajar terkait dengan IKM.

“Nah data-data itulah yang muncul di raport pendidikan sekolah. Setelah dicetak, akan muncul indikator penilaian dalam bentuk warna yang memiliki arti sendiri-sendiri. Misal merah, berarti harus diperbaiki,” ungkap Agus sambil menyebut, raport pendidikan sekolah mencerminkan apa yang
ada di sekolah.

Dari hasil raport tadi, kata Agus, nantinya akan ada identifikasi bagaimana prosesnya. Setelah diidentifikasi, akan direfleksikan bersama tim, yang dilanjutkan dengan pembenahan dari hasil refleksi tadi. Yang kurang diperbaiki, yang sudah baik dipertahankan.

Harapannya kedepannya, menurut Agus, dengan adanya workshop PBD ini, mutu pendidikan di SMK TI Kartika Cendekia Purworejo khususnya di tahun depan semakin meningkat dan tidak stagnan.

“Dari peserta inilah, perencanaan untuk tahun 2023, teman-teman itu yang merencanakan, menganggarkan dan melaksanakan,” terang Agus.

Noor Widijantoro selaku narasumber menyampaikan, PBD menerjemahkan dari raport pendidikan. Sekarang, seluruh sekolah atau satuan pendidikan memiliki raport pendidikan, yang merupakan kebijakan Merdeka Belajar episode ke-19 dari Kementerian dan kebudayaan.

“Data-data yang ada di raport itu, nanti ada potretnya. Dari dimensi dan indikator yang ada di raport itu nanti kelihatan mana yang masih merah, mana yang kuning, mana yang hijau, mana yang biru. Masing-masing ada artinya,” ungkap Noor.

Hasil dari raport tersebut kemudian hasilnya ditindaklanjuti oleh sekolah untuk disusun program peningkatan mutunya yang dinamakan perencanaan berbasis data. Jadi sekolah dalam menyusun program, dasarnya harus dari raport pendidikan masing-masing.

Raport pendidikan itu, jelas Noor, mengakomodasi 8 standar nasional pendidikan, mulai dari standar kelulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan dan standar pembiayaan

“Di sekolah Vokasi lulusannya yang utama diharapkan bisa bekerja, atau berwirausaha atau melanjutkan kuliah atau istilahnya BMW (bekerja, melanjutkan, wirausaha). Hal itu bisa dilacak lewat Tracer Study,” jelas Noor.

Jika outputnya bermasalah, ungkap Noor, dicek sumbernya. Untuk selanjutnya diprogramkan ditingkatkan mutunya. Prosesnya juga dicek, karena proses tergantung dari input, dan proses berimbas pada output.

“Harapannya dengan workshop ini, sekolah harus bisa menganalisis raportnya seperti apa, karena raport itu sebetulnya cerminan dari apa yang dilakukan guru di sekolah. Guru harus memprogramkan, kemampuan anak-anak harus paham,” pungkas Noor. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS