Sejak Juni, Kasus Kematian Babi Suspect ASF di Gianyar Nihil

    


Ilustrasi peternakan babi

KORANJURI.COM – Dari awal bulan Juni 2020 sampai dengan pertengahan bulan Juli 2020 ini, kasus kematian babi di Kabupaten Gianyar tercatat nihil. Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya dimana kasus kematian babi di Gianyar cukup tinggi.

Hal ini diungkapkan oleh Kadis Pertanian Kabupaten Gianyar, I Made Raka, Kamis (16/7/2020).

“Untuk kasus kematian babi dari bulan Juni sampai pertengahan Juli 2020 ini nihil, berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya angka kematian babi cukup tinggi,” jelas Made Raka.

Awalnya, kasus kematian babi ini sempat membuat resah para peternak babi di Gianyar. Bahkan, tidak sedikit peternak yang menjual babinya dengan harga yang rendah.

“Bahkan, dulu sangat murah harga babi karena kasus kematian babi cukup banyak, akan tetapi astungkara sekarang sudah normal,” jelasnya.

Sedangkan Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Made Santiarka menjelaskan, sejak bulan Mei 2020 tidak ada lagi laporan kematian babi secara mendadak akibat suspect ASF.

“Sebelum bulan Mei lalu, angka kematian babi tercatat sebanyak 404 ekor. Namun sampai pertengahan Juli 2020 ini tidak ada laporan kematian babi secara mendadak lagi,” ujarnya.

Walaupun kasus kematian babi secara mendadak sudah nihil, akan tetapi para peternak babi tetap disarankan untuk menjaga kebersihan kandang dan kesehatan hewan ternaknya.

“Semoga tidak ada lagi penambahan, agar peternak tidak dihantui rasa takut seperti kejadian sebelumnya,” jelas Santiarka. (ning)