Satpol PP Sidak ke Produsen Arak Gula Pasir, 308 Liter Diamankan dan Dimusnahkan

oleh
Satpol PP Provinsi Bali musnahkan arak gula pasir hasil sidak di Kabupaten Karangasem, Bali - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Provinsi Bali dengan kembali memusnahkan arak gula pasir. Produk miras ilegal itu disita dari dua kali sidak di Kabupaten Karangasem.

Arak gula pasir yang disita sebanyak 308 liter, bahan baku ragi 4,5 kg dan gula pasir seberat 5 kg.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Bali Dewa Rai Dharmadi mengatakan, arak gula pasir yang dimusnahkan bertentangan dengan Pergub Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

“Arak gula pasir ini merusak cita rasa arak bali yang sudah dipatenkan, dan dijual dengan kemasan secara bebas,” kata Rai Dharmadi saat pemusnahan, Selasa, 28 Februari 2023.

Barang sitaan itu merupakan hasil dari dua kali sidak di akhir Januari 2023. Pertama, di Desa Talibeng dan Tri Eka Buana Sidemen. Sidak kedua di Desa Datah, Abang, Karangasem.

Di Desa Talibeng dan Tri Eka Buana, petugas mengamankan 198 liter arak gula pasir, dan 3,5 kilogram ragi. Sedangkan di Desa Datah berhasil menyita 110 liter arak arak gula pasir, 1 kilogram ragi, dan 5 kilogram gula pasir.

Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengungkapkan, sidak arak gula pasir akan tetap dilaksanakan hingga produsen nakal ini kembali memproduksi ke bahan lokal dari tuak enau atau kelapa.

Menurutnya, arak gula pasir ini merusak citra rasa arak bali yang sudah dipantenkan, dan dijual dengan kemasan secara bebas.

“Jangan hanya demi kepentingan sesaat, dan mengorbankan arak bali yang kini sudah terkenal sebagai minuman spirit ketujuh dunia,” ungkapnya di sela-sela pemusnahan di Kantor Satpol PP Bali.

Dikatakan, arak gula pasir yang dimusnahkan ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi.

“Ini bagian dari edukasi bahwa arak gula pasir itu tidak sehat dikomsumsi, dan disatu sisi aktivitas ini bisa membunuh produsen arak bali yang menggunakan bahan tradisional,” jelasnya.

Dia menegaskan, sifat yang ilegal harus dihentikan. Karena akan merusak citra arak bali.

Sebagai efek jera ke produsen nakal, pihaknya telah memasukkan beberapa peraturan Trantibum ke dalam Perda yang saat ini sedang dibahas di DPRD Bali.

“Ini nanti sebagai inisiasi dewan, di mana di dalamnya akan memuat sanksi administrasi hingga kurungan,” pungkasnya. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News