Sanksi Tegas untuk Komika Rusia dan Warga Aussie Pemilik 99 Butir Narkotika Golongan I

oleh
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar kembali mendeportasi dua WNA asal Rusia yang berprofesi sebagai Komika atau pelawak tunggal, dan WNA Australia yang memiliki 99 butir pil yang dikategorikan narkotika golongan I - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sapu bersih bule nakal di Bali terus berlanjut. Imigrasi Kelas I TPI Denpasar kembali mengamankan seorang komedian asal Rusia yang sering tampil dalam acara hiburan yang diadakan oleh WNA.

Semen Shcherbakov atau SS (20/LK) mengaku, dalam beberapa kesempatan dirinya tampil di sebuah acara sebagai pengisi stand-up comedy.

“Saudara SS ini mengaku kegiatannya saat ini di Bali hanya liburan. Yang bersangkutan masuk ke Indonesia menggunakan Izin Tinggal Kunjungan Sosial Budaya (B211) pada 7 Maret 2023,” terang Kepala Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Tedy Riyadi, Selasa (14/3/2023).

Sebenarnya, masa tinggal Semen Shcherbakov di Bali masih sampai 5 Mei 2023. Namun, karena pelanggaran yang dilakukan, WNA yang tinggal di Karang Guest House Canggu itu, harus menghadapi sanksi deportasi.

Tedy mengatakan, pihaknya mengetahui aktifitas komika asal Rusia dari media sosial. Saat Tim Inteldakim melakukan penelusuran di Riverside Convention Center, WNA tersebut tengah berada di panggung untuk menghibur.

“Tiket kepulangan ditanggung sendiri oleh WNA yang dideportasi,” kata Tedy.

Selain WNA yang berprofesi sebagai pelawak tunggal, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar juga mendapatkan limpahan WNA dari Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali.

Joshua David Adderton atau JDA (47/LK) asal Australia, memiliki 99 butir tablet warna putih yang diduga mengandung narkotika golongan I jenis deksamfetamina.

“JDA mengaku ke Bali hanya untuk liburan dan mengunjungi pacarnya,” kata Tedy.

Dikatakan Tedy, kedua WNA itu dikenakan pasal 75 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News