Sandiaga: Presidensi G20 Ciptakan 1,1 Juta Lapangan Kerja Baru

    


Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Menparekraf Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, keterisian hotel di Bali tumbuh pada pelaksanaan KTT G20. Di wilayah Bali Selatan mencapai angka 70%, Nusa Dua 100% dan di seluruh Bali mencapai 55-60%.

“Ini tidak hanya menunjukkan satu lokasi saja di Nusa Dua tapi dirasakan di seluruh Bali dan ekosistem pariwisata dan ekraf, persewaan kendaraan penuh, UMKN terbantu penjualannya naik 2-3 kali lipat dan lapangan kerja tercipta,” kata Sandiaga dan BNDCC Nusa Dua Bali, Selasa, 15 November 2022.

Daya serap tenaga kerja saat KTT G20 menjadi bagian dari penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun 2022 untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurut Sandi, hingga tahun 2028 ditargetkan akan tercipta 4,4 juta lapangan pekerjaan baru di sektor yang sama yakni parekraf. Keberlanjutan lapangan kerja itu menurutnya, berada pada penyelenggaraan event-event kelas dunia.

“Setelah ini, kita akan melaksanakan Global Tourism Forum setelah itu World Cup on E-Sports yang berlangsung 10 hari, mata dunia akan kembali memandang Bali,” ujarnya.

Pada piala Dunia E-Sports itu akan mengundang lebih dari 150 negara. Sedangkan, puncak dari rangkaian kegiatan itu adalah World Beach Games tahun 2023 mendatang.

“Kami sangat optimis bisa mengawal bangkitnya pariwisata dan ekraf terutama, lapangan kerja. Karena para pekerja parekraf ini sempat nganggur 2 tahun,” kata Sandi.

Sementara, selama KTT G20 banyak pembatasan aktifitas di Bali khususnya di kawasan Bali Selatan. Wisatawan juga terkena dampak pembatasan itu. Namun, Sandiaga mengatakan, ada beberapa pilihan tujuan untuk wisata di Bali.

Sandiaga merekomendasikan desa wisata untuk tujuan menghabiskan waktu selama wisatawan berada di Bali. Ada banyak desa wisata yang jadi venue side event KTT G20.

“Saya memberikan beberapa opsi ada panglipuran di Bangli, ada desa wisata Undisan, ada Jati Luwih Tabanan, Desa Ekasari Jembrana, ada desa wisata Serangan, yang menampilkan banyak sekali daya tarik dan Buleleng ada desa wisata Pemuteran,” kata Sandiaga.

Dengan begitu, wisatawan bukan hanya merasakan sun, sea and sand yang biasa digemari wisatawan. Tapi 3 S nya bertambah menjadi serenity, spirituality dan sustainablity.

“Yang kami tawarkan holistik eksperiens pengalaman yang menyeluruh dan akan meninggalkan kenangan yang baik,” kata Sandiaga. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS