Samsat Purworejo Sosialisasikan Kepatuhan Wajib Pajak dan Penanganan Piutang PKB

    


Samsat Purworejo saat melakukan Sosialisasi Kepatuhan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di aula Kecamatan Bagelen, Senin (21/11/2022) - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Samsat Purworejo melakukan Sosialisasi Kepatuhan Wajib Pajak dan Penanganan Piutang Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di aula Kecamatan Bagelen, Senin (21/11/2022), yang dibuka oleh Roedito Eka Suwarno, Kepala Kantor UPPD Kabupaten Purworejo.

Sosialisasi dihadiri Camat Bagelen Kusaeri, Kepala DP3APMD Laksana Sakti, perwakilan BPKAD, BKK Kecamatan Bagelen, Satlantas Polres Purworejo dan UPPD Kabupaten Purworejo, serta Jasa Raharja dan BPD Jateng.

Sebagai peserta dalam sosialisasi ini, kepala desa, perangkat desa dan Ketua RT/RW dari lima desa, Clapar, Soko, Soko Agung, Kalirejo dan Semagung.

Menurut Kepala UPPD Kabupaten Purworejo melalui Kasi PKB, Abdul Aziz, dalam penanganan piutang PKB ini, pihaknya melakukan inovasi layanan terpadu Samsat BIJAK (Buru dan Edukasi) yang melibatkan Pemkab Purworejo, Pemerintah Desa, Perangkat Desa, Bank Jateng, BPR BKK, Polres Purworejo, Jasa Raharja dan BUMDesa dengan membuka pelayanan pembayaran Samsat Budiman (Bumdes Digital Mandiri).

“Saat ini UPPD Purworejo sementara baru melibatkan Bumdes ‘Beringin Tunas Mekar’ Desa Munggangsari, Grabag dan Bumdes ‘Perwira Jaya’ Desa Clapar, Bagelen. Harapannya ini terus dikembangkan. Dengan melibatkan Bumdes akan lebih mendekatkan pelayanan Samsat di masyarakat,” ujar Aziz usai kegiatan sambil menyebut, dengan Samsat Budiman ini, pembayaran pajak tahunan bisa dilakukan di Bumdes dengan membawa STNK, KTP asli dan pemilik asli.

Prosedurnya, kata Aziz, STNK asli, KTP asli dan si pemilik difoto, kemudian diajukan untuk permohonan pembayaran. Pembayaran langsung di Bumdes dengan aplikasi Laku Pandai Bank Jateng.

Setelah pembayaran, dilanjutkan dengan pengajuan pengesahan. Setelah pengajuan di ACC, langsung diprint. Nantinya ada barcode yang ditempel di kotak STNK. Bagian belakang notice pajak juga langsung diprint.

“Warga desa di sekitarnya bisa melakukan pembayaran pajak tahunan di kedua Bumdes tersebut,” terang Aziz.

Selain sosialisasi, dalam kesempatan tersebut pihak Samsat Purworejo juga mengajak perangkat desa dan para RT RW untuk menjadi agen Samsat guna melakukan sosialisasi, edukasi dan kerjasama dalam rangka penyampaian SPPPKB (Surat Pemberitahuan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor). Kegiatan tersebut diberi nama Samsat Bijak (Buru dan Edukasi Pajak).

Dari agen-agen Samsat Bijak ini, akan memberikan input data terkait kepemilikan kendaraan bermotor yang ada penunggakan pajak dan diberi SPPPKB. Bedasarkan data-data tersebut, dari Samsat akan mendatangi langsung ke warga yang melakukan penunggakan PKB tersebut. Disitu dilakukan sosialisasi program-program Samsat, sekaligus mempertanyakan kesulitan yang dihadapi dalam pembayaran pajak dan solusinya.

“Intinya meningkatkan kepatuhan dalam hal pembayaran pajak. Beberapa tahun ini, tingkat kepatuhan wajib pajak di Purworejo mengalami penurunan,” ungkap Aziz.

Dia berharap, pasca sosialisasi ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak. Sehingga tidak ada alasan lagi untuk menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotor karena sudah dimudahkan dan didekatkan.

Menurut Aziz, tingkat rata-rata kepatuhan wajib pajak di Purworejo terus mengalami penurunan beberapa tahun belakangan ini. Tercatat, tingkat kepatuhan wajib pajak di tahun 2019 hanya 81,72 persen, tahun 2020 turun menjadi 79,13 persen, dan di tahun 2021 turun lagi menjadi 76,58 persen.

Penerimaan PKB juga mengalami penurunan. Tahun 2020 dari target Rp 85 milyar, terealisasi Rp 78,287 milyar. Tahun 2021 dari target Rp 88,865 milyar, terealisasi Rp 83,119 milyar.

“Dengan sosialisasi ini, ada peningkatan signifikan terhadap kesadaran masyarakat untuk patuh melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor,” pungkas Aziz. (Jon)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS