Ritual Penyucian Alam dalam Tradisi Ngerebong

    


Penjor yang dipasang di Petilan Puri Kesiman, Denpasar dalam tradisi Ngerebong - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – 32 Banjar di Desa Kesiman, Denpasar mengikuti tradisi Ngerebong yang merupakan proses ritual penyucian alam. Pusat kegiatan dilaksanakan di Petilan Pura Kesiman.

Tradisi Ngerebong di Puri Petilan Kesiman, Denpasar, Bali diadakan setiap 6 bulan sekali sesuai penanggalan Bali yakni, setiap 8 hari setelah Hari Raya Kuningan, pada Minggu Redite Pon, Wuku Medangsia, 22 Januari 2023.

Dalam tradisi ini dipercaya para Dewa Berkumpul. Tradisi ini juga menjadi atraksi wisata bagi wisatawan yang tengah berada di Pulau Dewata.

Bendesa Adat Desa Kesiman, Denpasar I Ketut Wisna mengatakan, Kesiman merupakan Desa Adat tua di Denpasar. Kawasan itu, dulunya merupakan pusat pemerintahan dari 5 generasi.

“Pengerebongan di Desa Kesiman merupakan tradisi turun temurun. Secara spirit tradisi ngerebong merupakan suatu proses ritual penyucian alam,” kata Ketut Wisna.

Dalam tradisi itu setiap Banjar memasang Penjor di bagian luar dan dalam Pura Kesiman. Ada 32 Penjor yang dihias indah dengan jarak pemasangan sama antara satu penjor dengan penjor lainnya.

“Setiap penjor memiliki tema masing-masing, waktu pemasangan selama satu minggu,” kata Wisna.

Dalam tradisi itu, 160 pecalang terlibat untuk menjaga lalulintas dan keamanan prosesi ritual.

“Warisan budaya tak benda ini merupakan suatu nilai yang perlu dirawat dan dilestarikan. Kami mengajak seluruh desa adat untuk merawat budaya atau tradisi yang sudah ada turun menurun,” ujarnya. (Way)

Baca Artikel Lain KORANJURI di GOOGLE NEWS