Ratusan WNA Pelaku Scamming Berpotensi Dicekal Masuk Indonesia Seumur Hidup

oleh
Para pelaku scamming asal Taiwan saat diamankan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Gelombang deportasi dilakukan terhadap 103 warga negara Taiwan yang tertangkap dalam kasus scamming di sebuah vila di Kecamatan Marga, Tabanan.

Sebelumnya, 5 orang telah dikeluarkan dari Indonesia pada Jumat (28/6/2024). Mereka dideportasi ke negaranya, Taiwan.

Selanjutnya, Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, kembali mendeportasi 10 warga Taiwan itu pada Minggu (30/6/2024).

Mereka masing-masing, TYH (21), LYH (35), STC (23), THC (32), CCW (18), LXX (27), WCY (31), CCH (20), CHY (21), CHK (34) dan LCW (26).

“Total sudah 16 orang yang dideportasi, mereka bagian dari pelaku kejahatan siber dan menyalahgunakan izin tinggal,” kata Plh. Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar Gustaviano Napitupulu, Senin, 1 Juli 2024.

Menurutnya, deportasi dilakukan disertai dengan penangkalan tidak boleh masuk ke wilayah RI dalam periode tertentu. Namun, ratusan WNA Taiwan itu bisa mendapatkan sanksi lebih berat yakni, penangkalan seumur hidup.

“Penangkalan dilakukan paling lama enam bulan dan setiap kali dapat diperpanjang paling lama enam bulan,” ujarnya.

“Tapi penangkalan seumur hidup dapat dikenakan terhadap orang asing yang dianggap dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” tambah Gustaviano.

Ratusan warga asing yang ditangkap itu terdiri dari 91 laki-laki dan 12 perempuan. Sebelum ditangkap, kegiatan mereka dipantau oleh intelijen TNI, BAIS.

“WNA yang berada di Indonesia harus menghormati dan taat aturan, jika ada pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai peraturan yang ada,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali Pramella Yunidar Pasaribu. (Way)

KORANJURI.com di Google News