PPDB di Tengah Pandemi, Pilihan Siswa di Sekolah Swasta Turun Minat

    


Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar yang juga Kepala SMK PGRI 3 Denpasar I Nengah Madiadnyana - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Sejumlah sekolah swasta tingkat SMA/SMK di Bali dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2020/2021 mengalami penurunan jumlah siswa. Kondisi pandemi disertai menurunnya ekonomi masyarakat, memberikan pilihan bagi orangtua siswa memilih sekolah negeri.

Penurunan jumlah siswa itu terutama terjadi di tingkat SMA. Dari data YPLP PGRI Kota Denpasar mencatat, penurunan siswa baru berkisar antara 20% hingga 50%. Terutama, sekolah di lingkungan PGRI.

“Tapi itu sah-sah saja. Memang benar,
terutama di SMA di lingkungan PGRI penurunannya cukup signifikan. Kalau sekolah kejuruan SMK, juga menurun, tapi tidak sedrastis seperti di SMA,” jelas jelas Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar I Nengah Madiadnyana, Rabu, 15 Juli 2020.

Pria yang juga Kepala sekolah kejuruan di SMK PGRI 3 Denpasar ini menambahkan, tahun pelajaran baru 2020/2021, jumlah siswa baru di sekolahnya menurun 20%. Sebagai sekolah kejuruan pariwisata faforit di Bali, SMK PGRI 3 Denpasar tetap berusaha memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas.

“Kita tetap berkomitmen dalam menjaga kualitas, sekalipun jumlah siswa menurun. Mengingat, sekolah swasta kegiatan operasional dibiayai oleh masyarakat melalui SPP,” terangnya.

Bahkan menurutnya, pihaknya mengambil kebijakan untuk menurunkan nilai sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Sebagai gantinya, Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa) yang akan diterima dari Pemda, nantinya digunakan sebagai pengganti operasional kegiatan.

Pihaknya juga memberikan dukungan dan apresiasi atas kebijakan Pemprov Bali dalam memberikan suntikan dana stimulus siswa. Madiadnyana mengatakan, kondisi ekonomi di tengah pandemi ini berimbas pada dunia pendidikan. Terutama, siswa di sekolah swasta.

Dalam kondisi seperti itu, sekolah non pemerintah yang menghimpun dana masyarakat untuk kegiatan pendidikan, juga ikut terimbas. Tunggakan uang sekolah berpotensi terjadi karena dampak dari PHK yang terjadi secara masif.

“Stimulus siswa itu sangat bagus. Artinya, pemerintah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan, terutama siswa di sekolah swasta,” terangnya. (Way)