Polres Purworejo Musnahkan Belasan Kg Bahan Peledak

oleh
Bahan peledak hasil sitaan Operasi Pekat Polres Purworejo yang dimusnahkan - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Polres Purworejo bekerjasama dengan Tim Jibom Gegana Polda Jateng memusnahkan belasan kg bahan peledak hasil sitaan Operasi Pekat, Kamis (28/03/2024) siang di Pantai Ketawang Indah, Kecamatan Grabag.

Selama 20 hari pelaksanaan Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) sejak 06-26 Maret 2024, Polres Purworejo berhasil mengamankan barang bukti 18,5 Kg bubuk bahan peledak, 1.082 buah petasan, 2.390 buah petasan renteng, 75 lembar sumbu petasan serta 4 ikat sumbu petasan dengan masing-masing ikat berisi 50 sumbu petasan.

Kasubbagbinops Bagops AKP Purwanto mewakili Kapolres Purworejo dalam kegiatan pemusnahan bahan peledak menuturkan, pemusnahan berlangsung dengan cara burning.

“Teknik ini dengan membakar bahan baku peledak dengan api. Caranya dengan menaburkan serbuk bahan peledak di tanah lapang untuk dibakar,” jelas Purwanto.

Teknik ini, menurut Purwanto, lebih aman untuk pelaksanaannya, baik untuk tim peledak maupun warga di sekitar lokasi pemusnahan. Berbeda jika pemusnahan berlangsung dengan ledakan. Hentakan dari ledakan dapat menjadi efek rusak bagi sekitarnya.

“Burning itu dengan cara dibakar. Tadi dilaksanakan penggalian untuk menaruh bahan peledak yang bentuknya serbuk. Kita gali supaya bisa berurutan untuk membakarnya secara sempurna,” Purwanto.

Bahan peledak yang dimusnahkan, sebut Purwanto, tergolong low eksplosif. Artinya memiliki daya ledak kecil. Namun tetap berbahaya jika jumlahnya banyak.

Serbuk bahan peledak ini merupakan sitaan Polres Purworejo dari tersangka AS (43) dan AG (27). Keduanya merupakan Desa Dilem Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Keduanya menjual bubuk mercon dan petasan siap ledak di rumah tersangka AS(43).

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Tentang senjata api dan peledak juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Operasi Pekat sendiri merupakan sebuah operasi yang dilakukan oleh polisi untuk menindak perjudian, asusila, mercon dan minuman keras,” pungkas Purwanto. (Jon)

KORANJURI.com di Google News