Persiapan Jelang Simulasi UNBK di SMPN 1 Kuta Selatan

    

Gunakan Internet Berkecepatan 18 mb/second

Drs. I wayan Tur Adnyana, M.Pd - foto: Koranjuri.com

Drs. I wayan Tur Adnyana, M.Pd – foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Kesiapan SMP Negeri 4 Kuta Selatan menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dipastikan sudah selesai. Kepala Sekolah I Wayan Tur Adnyana mengungkapkan, pihaknya mendapatkan hibah 80 unit komputer dari Pemkab Badung.

Meski jumlah hibah komputer tidak setara dengan jumlah peserta UNBK, namun menurut Tur, pihaknya telah mensiasati menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.

“Hari ini sudah digunakan simulasi oleh siswa SMA Negeri 1 Kuta Selatan. Disitulah kita menjalin kerjasama,” jelas Wayan Tur Adnyana, Selasa, 22 Februari 2017.

Dijelaskan lagi, jumlah komputer yang digunakan sekarang sebanyak 184 unit dari penambahan milik SMAN 1 Kuta Selatan sebanyak 60 unit dan sekolah lain. Dengan kerjasama seperti itu, kedua sekolah yang berada di wilayah Kuta Selatan itu dapat menggelar ujian berbasis komputer. Jumlah itu, masih ditambah dengan laptop cadangan sebanyak 10 unit.

Demi kelancaran UNBK yang baru pertama kali digelar di sekolah itu, Wayan Tur Adnyana menyiapkan kemampuan kecepatan internet sebesar 18 mega byte per second. Pihaknya berharap, dengan persiapan maksimal yang sudah dilakukan tidak akan mengalami kendala teknis pada saat hari H pelaksanaannya.

“Nanti mendekati hari H, kami rencanakan menyewa genzet untuk backup jika ada kendala teknis pada listrik,” ujarnya demikian.

Siswa peserta UN di SMP Negeri 1 Kuta Selatan sebanyak 552 orang. Kesiapan mental siswa juga menjadi pertimbangan tersendiri keberhasilan ujian dalam jaringan itu. Wayan Tur mengungkapkan, pihaknya menggelar simulasi secara internal dengan menggandeng lembaga pendidikan dari luar sekolah.

Sedangkan pihaknya juga melibatkan orangtua untuk kesuksesan ujian nasional berintegritas itu. Menurut Tur, sejak pihaknya menerapkan Kurikulum 2013, siswa secara akademis dipersiapkan untuk menghadapi perubahan pola pengajaran yang ada, termasuk perubahan pola ujian nasional dari UNKP ke UNBK.

“Uji coba sudah dilakukan dengan mengundang steakholders yang lain dari bimbingan belajar untuk antisipasi UNBK. Itu sudah kita lakukan,” jelasnya.

Usai menggelar simulasi tingkat SMP yang dilakukan serentak pada 27-28 Februari nanti, pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Terutama, celah-celah yang berpotensi akan terjadi kendala teknis.

“Selama dua hari digunakan simulasi siswa SMAN 1 Kuta Selatan, semua berjalan lancar. Tapi evaluasi masih terus dilakukan sampai benar-benar fixed,” ujar Wayan Tur Adnyana.
 
 
Way



    





News

BERITA PILIHAN

    

Kembali ke Atas