Perbaikan Ekonomi Global di Triwulan II-2021 Beri Efek Positif Ekonomi Bali

    


Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho - foto: Istimewa

KORANJURI.COM – Pada triwulan kedua tahun 2021 kondisi ekonomi dunia membaik dan memberikan pengaruh terhadap ekonomi nasional maupun regional. Di provinsi Bali, perbaikan ekonomi juga terjadi di Bulan April, Mei dan Juni.

“Kita optimis ekonomi Indonesia tumbuh di triwulan 2,” kata Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam Obrolan Santai Bareng Media (Osbim) di Sanur, Selasa, 27 Juli 2021.

Secara nasional, salah satu indikator itu, kata Trisno, terlihat dari transaksi ekonomi dan keuangan digital yang tumbuh tinggi, seiring meningkatnya akseptasi dan preferensi masyarakat berbelanja daring.

Perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital juga memicu transaksi non tunai dan belanja online. Nilai transaksi e-commerce pada triwulan I dan II 2021 meningkat 63,36 persen (yoy) menjadi Rp 186,75 trilyun.

Nilai transaksi uang elektronik (UE) triwulan I dan II 2021 juga mengalami peningkatan 41,01 persen (yoy) menjadi Rp 132,03 trilyun. Sedangkan, nilai transaksi digital banking pada triwulan I dan II 2021 meningkat 39,39 persen (yoy) menjadi Rp 17.091,76 trilyun.

Trisno Nugroho mengatakan, BI terus mempercepat implementasi kebijakan sistem pembayaran digital ekonomi inklusif dan efisien melalui perluasan QRIS. Di sisi tunai, uang kuartal yang diedarkan (UYD) pada Juni 2021 mencapai Rp 832,4 trilyun meningkat 11,74 persen (yoy).

“BI tetap memastikan ketersediaan uang Rupiah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Trisno.

Sedangkan perbaikan ekonomi Bali pada triwulan kedua 2021, dalam pandangan Deputi Kepala Bank Indonesia Bali Rizki Ernadi Wimanda, dipengaruhi sejumlah indikator diantaranya, investasi yang menunjukkan arah perbaikan.

Dalam hal ini, Rizki mengatakan, Bank Indonesia mengadakan skala likert untuk mengukur investasi melalui wawancara dengan sejumlah perusahaan besar.

“Perusahaan di Bali lebih banyak melakukan investasi di triwulan 2 hingga bulan Juni sebelum terjadi PPKM Darurat,” kata Rizki.

Minat berwisata ke Bali sesuai data google travel demand tercatat, sejak awal tahun 2021 hingga Juni 2021 permintaan domestik terhadap penerbangan ke Bali lebih tinggi dibanding periode yg sama tahun sebelumnya.

“Namun, mulai bulan Juli (PPKM darurat), indeks permintaan tahun 2021 lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” jelas Rizki. (Way)