Per 2 November 2022, Masyarakat Purworejo Tak Bisa Nikmati Siaran TV Analog

oleh
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Dinkominfostatsandi) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno - foto: Sujono/Koranjuri.com

KORANJURI.COM – Per 2 November 2022, pemerintah akan segera mematikan siaran TV analog dan beralih ke telivisi digital. Mau tak mau, masyarakat harus mengikuti aturan ini, jika tetap ingin menikmati siaran TV.

Peralihan ke siaran digital ini sesuai dengan amanat UU Ciptaker Pasal 72 angka 8 menggunakan sistem multiple Analog Switch Off (ASO) yaitu penghentian siaran analog secara bertahap.

“Hingga sekarang, masih banyak masyarakat yang masih menggunakan tv analog. Untuk membantu agar masyarakat miskin tetap bisa menonton siaran televisi, pemerintah akan membagikan set top box yang berfungsi sebagai receiver (penerima) tv digital. Karena, tidak semua mampu membelinya,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Dinkominfostatsandi) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, Sabtu (03/09/2022).

Menurut Yudhie, untuk menjamin masyarakat miskin tetap menerima siaran, Kementrian Kominfo melalui Dirjen PPI (Penyelenggaraan Pos dan Informasi) bekerja sama dengan pihak swasta (ketiga) memberikan bantuan set top box gratis untuk masyarakat miskin. Kabupaten Purworejo masuk dalam tahap ketiga pembagian set top box untuk warga miskin.

Ada lima persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima bantuan tersebut, yakni, penerima harus rumah tangga miskin, memiliki tv analog (bukan smart tv) dan menikmati siaran melalui antena teresterial (UHF, bukan parabola), berada di lokasi TV digital (Purworejo masuk dalam wilayah ini).

Warga miskin tersebut bersedia menerima bantuan, serta satu rumah tangga miskin menerima satu set top box.

“Dalam penyaluran bantuan set top box ini, Kemenkominfo bekerja sama dengan Kemendagri untuk menyediakan data awal calon penerima. Data berasal dari desil 1 dan desil 2 (20% data masyarakat paling bawah/miskin). Untuk Kabupaten Purworejo ada 50.543 rumah tangha miskin yang akan mendapat set top box gratis,” terang Yudhie.

Alur data yang diperoleh, lanjut Yudhie adalah, Kemendagri melalui Dindukcapil memberikan data desil 1 dan desil 2 kepada Dinkominfostatsandi. Kemudian Dinkominfostatsandi bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3APMD) mendistribusikan data ke 496 desa dan 25 kelurahan yang ada di Kabupaten Purworejo.

Kelurahan dan desa, kata Yudhie, kemudian membentuk tim untuk memverifikasi data, apakah memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS). Jika verifikasi telah selesai maka harus ditetapkan melalui musyawarah desa (musdes).

Hasil musdes dikirim ke Dinkominfostatsandi melalui DP3APMD. Setelah itu data hasil verifikasi akan diberi pengantar oleh Bupati dikirim ke Kemendagri selanjutnya oleh Kemendagri diberikan ke Kemenkominfo.

“Berdasar data dari desa tadi, penyaluran bantuan akan diberikan melalui Kantor Pos,” ungkap Yudhie.

Menurutnya, proses verifikasi data yang diserahkan ke masing-masing desa dengan lima syarat rumahtangga miskin, seharusnya bisa benar-benar menyaring mana yang memenuhi syarat dan mana yang tidak untuk menerima set top box warga miskin.

Warga yang dinyatakan TMS oleh tim desa tidak bisa mengalihkan bantuannya ke orang lain.

Yudhie mengimbau agar semua patuh pada aturan dan mekanisme secara obyektif. Kalau memang ada kekurangakuratan data dari desil 1 dan 2, bisa menjadi evaluasi ke depannya untuk perubahan DTKS. Jika tidak memenuhi syarat, maka yang bersangkutan seharusnya ditulis tidak memenuhi syarat (TMS).

“Target kami September awal data sudah clear, jadi November masyarakat miskin sudah bisa menikmati TV digital,” pungkas Yudhie. (Jon)

KORANJURI on GOOGLE NEWS

KORANJURI.com di Google News