PDAM Purworejo Ujicoba Membran System Water Treatment Teknologi Korea

oleh
Rombongan PDAM Purworejo saat mengunjungi pabrik Membran System Water Treatment di Surabaya - foto: Koranjuri.com

KORANJURI.COM – PDAM Tirta Perwita Sari Purworejo (PDAM Purworejo), melakukan uji coba alat pengolahan air berteknologi Korea, Membran System Water Treatment. Ujicoba dilakukan di muara Sungai Bogowonto, Bagelen, pada 21 Juni 2024 lalu.

Ujicoba ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Letter of Intent atau LOI dari PT Dzam Starindo Traco, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang investasi SPAM.

Jika kerjasama ini terwujud, PT Dzam Starindo Traco dalam pelaksanaannya didukung dan bekerja sama operasi (KSO) dengan PT Deerfos Indonesia dan PT Sena Sanjaya Makmur Sejahtera, sebagai perusahaan yang sudah berpengalaman di bidang pembangunan system penyediaan air minum.

Menurut Direktur PDAM Purworejo Hermawan Wahyu Utomo, S.T., M.Si., dalam kerjasama operasional ini, dari pihak PT Dzam Starindo Traco memiliki instalasi atau peralatan yang bisa mengolah air mentah menjadi air bersih atau air siap minum (tergantung permintaan) dengan sistim membran.

“Bukan seperti yang kita pakai sekarang, karena sistemnya masih manual, yakni dari air baku, kemudian diberi kimia supaya menggumpal, terus selanjutnya difilter dan masuk ke produksi,” jelas Hermawan, Rabu (03/07/2024).

Dengan teknologi Korea sistem membran ini, jelas Hermawan, ada saringan di membran dengan nano sehingga tersaring disitu.

Sistim pengerjaannya juga simpel, yakni dengan power untuk menyedot air sehingga masuk alat dan langsung difilter membran, keluar air sudah bersih. Kalau mau dibuat air minum juga bisa, tinggal porinya diperkecil sampai tingkat virus pun tersaring.

“Menggunakan alat ini lebih efisien dan steril. Alatnya memang mahal dan kini tengah dalam proses negosiasi supaya tidak mahal dan bisa masuk ke daya beli masyarakat kita. Mungkin akhir bulan ini mau presentasi masalah itu di Pemda,” ungkap Hermawan.

Disebutkan, karena disitu nanti kointegrasi kerjasamanya, dari air baku mereka produksi, PDAM yang jual, harapannya Pemda juga membantu masalah pipanisasi.

Dari pihak PDAM sendiri, bersama Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti, S.H., dan jajaran terkait, usai pelaksanaan ujicoba juga menindaklanjuti dengan mengunjungi pabrik dari Membran System Water Treatment ini di Surabaya.

Menurut Hermawan, tindak lanjut dari LOI, setelah ujicoba ini dan sebelum dilakukan MoU, dilakukan studi kelayakan terlebih dahulu. Kalau memang itu bisa terwujud diharapakan bisa mensuplai untuk masyarakat pada umumnya, industri dan juga industri yang memakai ISO standar intenasional.

“Dari hasil ujicoba setelah dilab, sangat memuaskan, ambang batasnya jauh. Dari proses yang biasa kita lakukan, hasilnya lebih bagus jika memakai sistim membran ini, terutama dari kwalitas air,” pungkas Hermawan. (Jon)

KORANJURI.com di Google News